Investasi Ambon New Port Rp5 Triliun, Pemerintah Ingin Patungan

Dita Angga R, Jurnalis · Senin 29 Maret 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 29 320 2386032 investasi-ambon-new-port-rp5-triliun-pemerintah-ingin-patungan-i6dczV6yWA.jpg Pelabuhan (Okezone)

JAKARTA - Pemerintah akan segera memulai pembangunan Pelabuhan Ambon Baru atau Ambon New Port tahun ini. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan bahwa pemerintah akan mulai melakukan pembebasan lahan.

“Pemerintah akan mulai membebaskan tanah 200 hektar dan mempersiapkan infrastruktur dasar,” katanya dalam keterangan persnya di Kantor Presiden, Senin (29/3/2021).

 Baca juga: Jokowi Bangun Ambon New Port 700 Ha, Jadi Pusat Pengolahan Ikan

Budi menyebut bahwa investasi untuk Ambon New Port mencapai Rp5 triliun. Pemerintah akan menggunakan skema pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Pemerintah pun akan melakukan lelang KPBU setelah pembebasan lahan dan pembangunan infrastruktur dasar.

 Baca juga: Bangun 8 Pelabuhan, Menko Luhut: Yang Menghalangi Kita Buldoser

“Setelah itu pemerintah akan melakukan lelang KPBU, kerjasama antara pemerintah dengan swasta yang investasinya kurang lebih Rp. 5 triliun. Tahap awal untuk Rp.1,3 Triliun.

Lebih lanjut kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi 900 hektar. Dimana 700 hektar akan dibebaskan oleh pihak swasta.

“Selain itu kami juga membahas bahwa masa pembangunan itu selama dua tahun. Tetapi kita ingin merestruktur cara-cara penghitungan penangkapan ikan. Sehingga untuk dua tahun ini kita bisa memfungsikan dua pelabuhan yang ada di Ambon. Satu adalah pelabuhan Yos Sudarso yang ada di Ambon, yang kedua adalah pelabuhan perikanan nusantara yang juga belum optimal,” paparnya.

Terkait hal ini Budi mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar hal ini dipersiapkan dengan baik.

“Kmi bekerja sama dengan Kementerian BUMN, Kementerian keuangan melalui SMI, memberikan suatu konsultasi pada kami,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini