Manfaatkan FABA, Hemat Anggaran Infrastruktur Rp4,3 Triliun

Kamis 01 April 2021 21:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 01 320 2388138 manfaatkan-faba-hemat-anggaran-infrastruktur-rp4-3-triliun-gWuEPPlScS.jpg Uang Rupiah (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Direktur Jenderal ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana mengatakan pemanfaatan limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) untuk campuran beton bisa menghemat anggaran infrastruktur sebesar Rp4,3 trilun.

"Penggunaan beton dengan campuran FABA secara ekonomi dapat menurunkan biaya dibandingkan membuat beton konvensional, sehingga memberikan efisiensi anggaran pembangunan infrastruktur sebesar Rp4,3 triliun sampai tahun 2028," kata Rida Mulyana dalam diskusi daring yang dipantau seperti dilansir Antara di Jakarta, Kamis (1/4/2021).

Baca juga: Utang RI Tembus Rp6.361 Triliun, 2,4 Kali Lipat Kekayaan Bos Amazon

Selain menghemat anggaran infrastruktur, lanjut dia, pemanfaatan FABA juga berpotensi menyerap tenaga kerja pada usaha mikro dan kecil yang dapat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Tak hanya dalam pembangunan infrastruktur, FABA juga dapat dimanfaatkan menjadi material pendukung untuk stabilisasi lahan, reklamasi bekas tambang, hingga sektor pertanian.

"Dengan ditetapkannya FABA sebagai limbah non-B3, maka FABA diharapkan bisa dimanfaatkan secara maksimal," kata Rida Mulyana.

Baca Juga:Jokowi: Kunci Ekonomi adalah Ekspor dan Investasi

Tahun lalu, konsumsi batu bara dalam negeri atau Domestic Market Obligation tercatat sebesar 121,89 juta ton dengan penggunaan terbesar untuk menyuplai Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menghasilkan FABA sekitar 12 juta ton.

Merujuk hasil penelitian yang dilakukan Badan Geologi Kementerian ESDM sejak tahun 2018 hingga 2020 di Sumatera Selatan dan Kalimantan Timur, FABA mengandung logam tanah jarang atau Rare Earth Element (REE) sebesar 2.000 ppm atau lebih tinggi 10 kali lipat bila dibandingkan kandungan pada batu bara.

Logam tanah jarang sebagai material maju, di antaranya Skandium bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan televisi dan lampu hemat energi. Adapun Lantanum bisa digunakan sebagai bahan pembuatan kaca optik khusus, salah satunya kaca penyerap sinar inframerah.

Pemerintah Indonesia saat ini sedang melakukan penyusunan regulasi terkait pengelolaan dan penggunaan FABA untuk kepentingan industri turunan.

"Kami sedang melakukan finalisasi standar operasional prosedur penggunaan dan pengelolaan FABA supaya nanti bisa dikelola dengan baik," pungkas Rida Mulyana.

Standar operasional prosedur pengelolaan FABA itu nantinya akan menjadi acuan bagi seluruh kegiatan PLTU dalam mengelola limbah tersebut. Dengan demikian, FABA bisa dikelola secara baik sehingga lebih aman bagi lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta negara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini