JAKARTA - PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex mencatatkan penurunan laba bersih sepanjang tahun 2020. Pada laporan keuangan kuartal IV-2020, Sritex mencatatkan laba bersih sebesar 85,32 juta dolar AS (Rp1,23 triliun dengan kurs Rp14.500 per USD) atau lebih rendah 2,65 persen dibanding tahun 2019 sebesar 87,65 juta dolar AS.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Minggu (4/4/2021), penjualan Sritex di kuartal IV-2020 tercatat sebesar 1,28 miliar dolar AS atau naik 8,52 persen dari tahun sebelumnya sebesar 1,18 miliar dolar AS, dengan laba per saham dasar 0,0042 dolar AS.
Adapun penjualan bersih Perseroan terdiri atas penjualan ekspor dan lokal dengan rincian barang benang, kain jadi, pakaian jadi dan kain mentah. Penjualan ekspr tercatat 762,37 juta dolar AS atau lebih tinggi dari sebelumnya 704,88 juta dolar AS; penjualan lokal tercatat 520,19 juta dolar AS atau lebih tinggi dari sebelumnya 476,94 juta dolar AS.
Baca Juga: Tersandung Isu Korupsi Bansos, PT Sritex Angkat Bicara
Untuk penjualan ekspor Sritex, Benua Asia memiliki catatan tertinggi dengan angka 448,73 juta dolar AS, diikuti Amerika Serikat dan Amerika Latin sebesar 119,13 juta dolar AS, Eropa sebesar 113,97 juta dolar AS, Uni Emirat Arab dan Afrika 78,52 juta dolar AS dan Australia 2 juta dolar AS.
SRIL mencatatkan adanya kenaikan beban pokok penjualan di kuartal IV-2020 menjadi 1,05 miliar dolar AS dari periode yang sama tahun sebelumnya 946,58 juta dolar AS. Beban penjualan juga mengalami kenaikan menjadi 18,93 juta dolar AS dari sebelumnya 17,51 juta dolar AS. Sementara itu, beban umum dan administrasi turun menjadi 36,74 juta dolar AS dari sebelumnya 39,17 juta dolar AS.