Gubernur BI Ungkap Transaksi Digital Banking Tembus Rp32.000 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 05 April 2021 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 05 320 2389426 gubernur-bi-ungkap-transaksi-digital-banking-tembus-rp32-000-triliun-e2gW2QaAfE.jpg Gubernur BI (Foto: Dokumen BI)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memastikan, tahun 2021 merupakan tahun terjadinya percepatan pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital. Hal ini juga akan didukung oleh pemerintah maupun bank sentral sendiri.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan, pada tahun ini nilai perdagangan melalui sistem elektronik atau e-commerce akan naik dari Rp253 triliun menjadi Rp337 triliun atau tumbuh 33 persen dan uang elektronik bisa naik dari Rp201 triliun menjadi Rp266 triliun atau tumbuh 32 persen pada 2021.

"Digital banking juga naik dari Rp27 ribu triliun pada 2020 tumbuh 19% menjadi Rp32.200 triliun di 2019. BI komitmen untuk mendukung upaya bersama dalam akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia," kata Perry secara virtual, Senin (5/4/2021).

Baca Juga: Transaksi E-commerce Terus Naik, Gubernur BI Percepat Digitalisasi Ekonomi 

Untuk mengakselerasi percepatan ekonomi dan keuangan digital ini, pemerintah dan BI dikatakannya telah membentuk Satgas Program Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD). Ini akan mengoptimalkan QRIS dan blueprint sistem pembayaran Indonesia.

Di sisi lain, dia melanjutkan, BI pada tahun ini meluncurkan fast payment 24 jam selama sepekan secara realtime untuk mempercepat pembayaran ritel menggantikan Sistem Kliring Nasinoal Bank Indonesia (SKNBI).

Selain itu, pada 2021 BI dikatakannya juga akan menyambungkan digitalisasi perbankan dengan e-commerce maupun fintech Standarisasi Open API. Standarisasi ini akan menghubungkan 54 jenis layanan antara bank dan e-commerce maupun fintech.

"Bagaimana digitalisasi perbankan tersambungkan dengan e-commerce dan market place melalui standarisasi Open API, insya Allah tahun ini kami sama industri commited meluncurkan standar Open API untuk 54 jenis service," papar dia.

Kemudian, Perry menuturkan, BI juga akan terus mendorong elektronifikasi program bantuan sosial. Pada tahun ini dia menekankan, BI bersama Kementerian Sosial dan Kementerian Dalam Negeri mempercepat Bansos 4.0.

Dari sisi reformasi regulasi, dia mengungkapkan, Bank Indonesia juga telah meluncurkan Peraturan Bank Indonesia (PBI) refiormasi regulasi yang tertuang dalam PBI Nomor 22/23/PBI/2020 untuk mempecepat perizinan.

"Akan mendorong industri, mempercepat industri pengengmbangan sistem pembayaran digital, ini akan mempercepta perizinan mendorong reformasi industri dan mendorong inovasi dan dengan dukungan manajemen risiko dan keamanan cyber," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini