OJK: Bagaimana Hotel Bisa Ajukan Kredit Kalau Pengunjung Belum Ada?

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 09 April 2021 17:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 09 320 2392142 ojk-bagaimana-hotel-bisa-ajukan-kredit-kalau-pengunjung-belum-ada-TQkeszVqJX.jpg OJK. Foto: Okezone

BALI - Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menyebut bahwa pertumbuhan kredit saat ini masih minus di angka 2%. Hal ini diakibatkan pertumbuhan kredit besar yang menyebabkan pertumbuhan minus.

Wimboh mengatakan, selama demand belum tumbuh maka akan sulit untuk kredit besar dapat meningkat di masa pandemi Covid-19.

Baca Juga: Sri Mulyani Beri Jaminan Kredit untuk Pengusaha, Cek Syaratnya

"Bagaimana hotel akan kita berikan kredit kalau pengunjung belum ada? Bagaimana transportasi akan suruh ngambil modal tambahan kalau gak ada penumpangnya? Bagaimana restoran suruh ambil kredit lagi kalau pengunjungnya belum banyak," ujar Wimboh dalam acara Sarasehan Akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional Temu Stakeholders di Bali, Jumat (9/4/2021).

Namun, Wimboh menyebut saat ini leading indicator telah menunjukkan adanya tanda-tanda pertumbuhan, sehingga seluruh pihak harus bersiap agar semua sektor tumbuh cepat terutama di sektor pariwisata seperti perhotelan, kafe dan restoran.

Baca Juga: Berharap Ada Lompatan Penerima Kredit, Menko Airlangga: Pemerintah Naikkan Plafon KUR UMKM

"Ini ada 7.000 pengunjung ke Denpasar, sehingga hotel-hotel harus siap-siap menyiapkan utilitynya, sehingga barangkali ini silakan untuk mulai komunikasi dengan bank dan bank untuk mendata nasabah terutama pariwisata, apa yang bisa dibantu dalam persiapan bangkit kembali," kata dia.

"Dan ini semua kita harapkan orkestra ini jangan sampai miss karena kalau nanti pengunjung sudah banyak tapi belum siap akan sangat bahaya," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wimboh juga berterima kasih kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani dimana dalam penjaminan ada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) baru yang memungkinkan pemerintah ikut memberi penjaminan bagi kredit yang disalurkan kepada korporasi mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 32/PMK.08/2021 yang merevisi PMK 98/2020.

"Terima kasih bu menteri keuangan dalam penjaminan ada PMK baru, isu teknikal udah ditekel, termasuk jumlah kriteria perusahaan yang jumlah pegawainya sudah diturunkan dan ini sektor pariwisata perhotelan dan restoran jadi sangat prioritas terutama di Denpasar," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini