NEW YORK - Harga minyak turun tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), di tengah meningkatnya pasokan dari produsen-produsen utama dan kekhawatiran atas gambaran beragam tentang dampak pandemi COVID-19 pada permintaan bahan bakar.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, patokan untuk minyak mentah AS, berkurang 28 sen atau 0,5 persen menjadi menetap pada USD59,32 per barel di New York Mercantile Exchange. Untuk minggu ini, Harga minyak WTI anjlok 3,5 persen.
Baca juga: Harga Minyak Naik Ditopang Prospek Pemulihan Ekonomi
Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni, patokan global untuk minyak mentah, tergerus 25 sen atau 0,4 persen menjadi ditutup pada USD62,95 per barel di London ICE Futures Exchange. Untuk minggu ini, Brent merosot 3,0 persen.
Tekanan turun telah diberikan oleh keputusan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, untuk meningkatkan pasokan sebesar dua juta barel per hari antara Mei dan Juli.
Baca juga: Kilang Balongan Meledak, Posko Kesehatan Pertamina Rujuk 6 Pasien ke RSPP
"Prospek permintaan minyak yang menguntungkan sebagian besar diimbangi oleh perkiraan peningkatan produksi OPEC+ yang bisa mendekati dua juta barel per hari pada akhir Juli," kata Presiden Ritterbusch and Associates, Jim Ritterbusch, di Galena, Illinois.
"Ujian sebenarnya hanya akan dihadapi sekarang setelah kelompok tersebut (OPEC+) sepakat pekan lalu untuk meningkatkan produksi secara signifikan dalam tiga bulan ke depan meskipun prospek permintaan masih lemah," kata Analis energi Commerzbank Research, Eugen Weinberg, dalam sebuah catatan pada Jumat (9/4/2021).