Antisipasi Gelombang ke-3 Covid-19, Bansos Bisa Diperpanjang dan Diperluas

Rina Anggraeni, Jurnalis · Minggu 11 April 2021 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 11 320 2392805 antisipasi-gelombang-ke-3-covid-19-bansos-bisa-diperpanjang-dan-diperluas-WakXV2Fb6A.jpg BLT 2021 Cair. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indonesia berpotensi mengalami gelombang ketiga Covid-19. Jika tidak dicegah, hal itu bisa berakibat fatal bagi ekonomi.

Anggota Komisi XI Kamrussamad mengatakan, IMF baru saja mengkoreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia ke bawah menjadi 4,3% tahun 2021. Jika gelombang ke-3 datang bisa jadi koreksi ke bawah lebih mendalam.

"Untuk itu kita sarankan pemerintah menyiapkan skenario terburuk yaitu perubahan kebijakan fiskal dengan fokus penyiapan skema pembiayaan bansos dinaikkan dan diperpanjang serta diperluas," katanya di Jakarta, Minggu (11/4/2021).

Baca Juga: Teka-teki Pencairan BLT Subsidi Gaji, Begini 6 Faktanya

Kedua batas waktu kebijakan relaksasi kredit perbankan harus dilakukan secara gradual & sektoral bahkan sektor tertentu bisa diperpanjang hingga 2023. Kebijakan antisipasi kemungkinan lonjakan NPL tak terkendali pada industri perbankan.

Ketiga konsep pemulihan ekonomi nasional diubah menjadi penyelamatan ekonomi nasional sehingga lebih tajam dan fokus pada sektor UMKM dan industri padat karya.

Baca Juga: BLT UMKM Sedang Proses Penyaluran, Penerima Tahun Lalu Bisa Dapat Lagi

Sementara itu, dia mengatakan, pembentukan Kementerian Investasi & Pencipta Lapangan kerja serta Pembentukan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) masih belum bisa diharapkan dalam jangka waktu pendek mampu gerakkan investasi karena ekosisten investasi global masih wait & see melihat kemampuan negara dalam mengendalikan Covid-19.

"Bunga kredit perbankan belum turun masih kisaran 12-14% landing rata ke pelaku usaha. BI rata 3,5% tidak signifikan mendorong penurunan bunga kredit perbankan. Jadi wajar jika dunia usaha masih belum bergerak," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini