Berdagang ala Nabi Muhammad SAW, Begini Strategi Penguasaan Pasar yang Dilakukan

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 07:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 13 455 2394157 berdagang-ala-nabi-muhammad-saw-begini-strategi-penguasaan-pasar-yang-dilakukan-7YUZo5PxH4.jpeg (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA – Strategi menguasai pasar harus dipahami oleh pengusaha untuk mempraktikan teknik marketing yang jitu dan tepat sasaran. Hal tersebut berguna agar produk yang dijualnya bisa sampai ke telinga konsumen sekaligus menarik hati mereka untuk membeli produk tersebut.

Salah satu proses menguasai pasaran adalah dengan melakukan segmentasi. Pengusaha tidak bisa sembarangan menjual produknya tanpa memiliki bayangan bagaimana target penjualannya, siapa yang kira-kira akan membeli produknya, di mana pengusaha bisa memulai memasarkan produk, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Menengok Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Sukses Berdagang di Usia Muda

Segmentasi adalah cara membagi pasar berdasarkan variabel-variabel tertentu seperti geografi, demografi, psikologi, perilaku dan pada akhirnya ke variabel terkecil, yaitu individu. Ini penting bagi pengusaha untuk bisa memasarkan produknya secara tepat sasaran dan bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar yang dinamis.

Kesalahan dalam segmentasi bisa menjadi alasan kegagalan perusahaan dalam berbisnis. Melakukan segmentasi tentunya tidak mudah, terutama bagi orang yang baru terjun di dunia bisnis. Pengusaha bisa belajar dengan mengikuti langkah pengusaha terdahulu yang sukses dalam berdagang.

Baca Juga:  Cara Bisnis Nabi Muhammad SAW, Mulailah dengan yang Kanan

Salah satu pengusaha di zaman dahulu yang sukses dan disegani semua orang adalah Nabi Muhammad. Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Kamis (15/4/2021), berikut langkah Nabi Muhammad dalam melakukan segmentasi usahanya.

Sebelum memulai usaha, Nabi Muhammad telah melakukan beberapa kali perjalanan ke Bahrain, timur Semenanjung Arabia. Dalam sebuah hadits Musnad Ahmad, ketika ratusan utusan datang pada Muhammad setelah kemenangan kota Makkah, seorang di antaranya yang bernama Abdul Qais datang menemui Muhammad.

Selanjutnya, Nabi Muhammad meminta agar mereka memanggil dan memberitahukan pemimpin mereka, yaitu al-Ashajj. Ketika menghadap, Nabi Muhammad pun mengajukan bermacam-macam pertanyaan tentang penduduk dan urusan-urusan mereka, serta berbagai nama kota yang ada di Bahrain. Al-Ashajj sangat terkesan dengan pengetahuan luas yang dimiliki Muhammad tentang negerinya.

Pengetahuan yang rinci tentang kebiasaan setempat, cara hidup penduduk Bahrain, cara mereka makan dan minum, menunjukkan bahwa Muhammad telah berkali-kali mengunjungi Bahrain untuk perjalanan bisnis ke pasar Mushaqqar.

Nabi Muhammad telah melakukan segmentasi pasar yang akan menjadi tujuan perdagangannya berdasarkan faktor geografis, demografis, dan psikologis. Dengan pengetahuan tersebut, Nabi Muhammad dapat menjual produknya dengan baik dan mampu meraih keuntungan yang lebih banyak dibanding dengan pedagang yang lain.

Berdasarkan cerita tersebut, langkah yang dilakukan Nabi Muhammad sebelum melakukan segmentasi adalah beliau terlebih dahulu melakukan pengenalan pasar, sehingga beliau mendapatkan data yang diperlukan untuk melakukan proses segmentasi.

Setelah mengetahui pasaran, barulah Nabi Muhammad melakukan segmentasi pasar secara individu (segment of one) atau identifikasi market (identifying). Pengenalan yang mendalam, memungkinkannya untuk mengetahui bagaimana pola pendekatan yang harus dilakukan.

Pada akhirnya, Nabi Muhammad dapat memasuki semua segmen yang ada, yang terdiri dari berbagai tingkatan usia, status sosial dan kebiasaan. Nabi Muhammad sangat menyadari bahwa dengan melakukan one on one marketing, beliau tidak hanya menjual produk, tetapi juga dapat mendekatkan diri dengan konsumen. Kedekatan ini memungkinkannya untuk menggali hal-hal yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini