APBN Keteteran Lawan Covid-19, Kapan Utang Bisa Turun?

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Kamis 15 April 2021 13:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 15 320 2395125 apbn-keteteran-lawan-covid-19-kapan-utang-bisa-turun-KS93yrfTXh.jpg Utang Pemerintah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 menyebabkan ruang fiskal sejumlah negara menjadi semakin terbatas, termasuk di Indonesia. Untuk menangani ini, Indonesia mengambil keputusan untuk memperlebar defisit APBN hingga lebih dari 3% dari produk domestik bruto (PDB) untuk tahun 2020 hingga 2022.

Ekonom Universitas Indonesia (UI) Telisa Falianty menilai, keputusan Indonesia untuk memperlebar defisit anggaran hingga lebih dari 3% sudah tepat. Menurutnya, respons kebijakan yang kredibel di saat pandemi tentu dengan memberikan berbagai macam support.

“Dari sisi pendapatan negara tentu itu akan mengalami penurunan, sedangkan dari sisi pengularan itu ada peningkatan. Nah, selisih antara pengeluaran dan peningkatan ini ditutup dengan pembiayaan. Pembiayaan itu bisa dua macam, yaitu pembiayaan dalam negeri maupun pembiayaan luar negeri. Itu salah satunya adalah dengan bentuk utang,” ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga: Defisit APBN Februari 2021 Tembus Rp63,6 Triliun 

Dia mengatakan, hal tersebut merupakan salah satu respons yang memang dilakukan secara temporer. Jika dilihat mengacu pada Medium-Term Expenditure Framework dan Long Term Fiscal Sustainability yang dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dinyatakan bahwa kenaikan utang karena adanya pandemi ini bersifat sementara.

“Peningkatan utang untuk menutup gap antara pengeluaran dengan penerimaan itu memang dilakukan secara temporer. Nanti kalau ekonomi sudah mulai pulih ketika penerimaan kita sudah meningkat kembali dan pengeluaran bisa diturunkan lagi, harusnya utang akan semakin menurun. Jadi dilakukan pembayaran utang yang memang sudah meningkat sebelumnya,” kata Telisa.

(dni)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini