Pasar Saham Bergejolak, Investor Harus Apa?

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 18 April 2021 09:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 18 278 2396508 pasar-saham-bergejolak-investor-harus-apa-MxayDGsHUJ.jpg Tips Investasi Saham (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ada beberapa tips berinvestasi pasar modal di tengah volatilias pasar saham Indonesia saat ini. Koreksi pasar yang terjadi membuka peluang untuk masuk secara bertahap ke beberapa sektor yang memiliki potensi menarik di tengah dinamika pasar saat ini.

Senior Portfolio Manager Equity PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Samuel Kesuma menjelaskan, sektor komoditas dapat menjadi beneficiary dari pemulihan ekonomi global dan juga fokus pada green economy.

"Sektor telekomunikasi juga menarik didukung oleh keluarnya sektor ini dari daftar negatif investasi sehingga membuka potensi masuknya investasi asing," ujar Samuel di Jakarta, Minggu (18/4/2021).

Baca Juga: IHSG Naik Turun, Investor Boleh Belanja Saham tapi Ingat Hal Ini 

Selain itu sektor properti juga menjadi salah satu sektor yang menarik didukung oleh insentif pemerintah yang dapat meningkatkan minat pasar.

"Di tengah kondisi pasar yang sangat dinamis kami terus mencermati perkembangan terkini pasar global dan domestik serta memanfaatkan jaringan global Manulife Investment Management untuk mendapatkan analisa terkini yang dapat membantu tim investasi kami untuk membentuk posisi portofolio yang optimal," tambahnya.

Secara jangka panjang dirinya percaya bahwa faktor fundamental merupakan driver utama kinerja pasar saham jangka panjang. "Saat ini kami melihat fundamental ekonomi dan emiten Indonesia mengarah pada level yang lebih baik dibanding tahun lalu sehingga dapat berdampak positif pada kinerja pasar saham," ujarnya.

Beberapa faktor yang menurutnya menjadi sentimen positif bagi pasar saham:

Proses vaksinasi yang membaik sehingga dapat mendorong pemulihan ekonomi dan keyakinan masyarakat dan dunia usaha.

Kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia yang lebih proaktif untuk mendukung pemulihan ekonomi melalui berbagai insentif seperti di sektor otomotif dan properti.

Pertumbuhan laba emiten yang diperkirakan membaik di 2021 dibandingkan kontraksi yang terjadi di 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini