ODOL hingga Om Telolet Om Jadi Penyebab Kecelakaan Bus dan Truk

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 20 April 2021 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 20 320 2397879 odol-hingga-om-telolet-om-jadi-penyebab-kecelakaan-bus-dan-truk-YRAAXkUR1v.jpg Bus (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Perhubungan menyebut angka kecelakaan yang disebabkan oleh bus maupun truk masih sangat tinggi. Ada beberapa hal yang menyebabkan kecelakaan yang melibatkan truk hingga bus ini masih sangat tinggi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, ban pecah, rem blong, rangka patah, speleng kemudi masih menjadi penyebab kecelakaan truk dan bus. Khusus rangka mobil yang patah, erat kaitanya dengan truk yang obestitas atau Over Dimension dan Over Load (ODOL)?

Baca Juga: Menakar Efektivitas Larangan Mudik

“Lalu soal rangka patah. ada kaitan dengan odol. kita ga pertimbangkan beban. Kira harapkan masyarakat dan operator turut serta dalam meningkatkan keselamatan agar kita performanya sama dengan negara Eropa dan Amerika Serikat,” ujarnya dalam acara Webinar Sinergi Pemerintah dan Operator dalam Mewujudkan Angkutan yang Berkeselamatan, Selasa (20/4/2021).

Selain itu, lanjut Budi, kecelakaan yang terjadi juga karena supir yang ugal-ugalan. Termasuk juga fenomena telolet yang menurut Budi bisa menjadi salah satu penyebab kecelakaan bus.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran, Penumpang Kereta di Stasiun Gambir dan Pasar Senen Masih Normal

“Bus mengangkut muatan yang berlebihan. tidak hanya terjadi saat hari raya. Perilaku supir bus yang ugal-ugalan. Ada fenomena om telolet. fenomena-fenomena ini berpotensi sebagai penyebab kecelakaan tidak terjadi lagi,” jelasnya.

Sementara itu, khusus kecelakaan yang terjadi di tanjakan biasanya disebabkan oleh rem yang blong atau tidak berfungsi. Padahal, sang supir sudah mengeluhkan rem yang tak berfungsi namun masih diperkenankan untuk jalan.

“Saya bertanya kepada operator dan kepolisian, supir sudah mengeluh rem di bus tapi pihak mekanik memberikan petunjuk pengemudi di akali pengemudi tetap bisa jalan. Itu yang menyebabkan kinerja mesin enggak maksimal,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini