Laba Bersih Terjun Bebas 96% Jadi Rp23 Miliar, Dirut ADHI: Ini Fakta

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 16:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 278 2398490 laba-bersih-terjun-bebas-96-jadi-rp23-miliar-dirut-adhi-ini-fakta-YXhekuT4ZR.jpg Uang Rupiah (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Adhi Karya (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp23,7 miliar pada tahun 2020. Angka tersebut terjun bebas 96% dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Adhi Karya Entus Asnawi Mukhson mengatakan, meskipun merugi namun capaian ini lebih baik dari proyeksi-proyeksi perseroan saat pandemi pertama kali masuk ke Indonesia. Di mana ketika itu, perseroan membuat perencanaan dan juga mengidentifikasi impact pandemi per tiga bulan.

Baca Juga: Belanja Modal Adhi Karya Rp3 Triliun di 2021, untuk Apa Saja?

Seperti misalnya ketika pandemi akan berlangsung selama 3 bulan, 6 bulan atau bahkan hingga 9 bulan. Dari hasil proyeksi tersebut ditemukan perseroan akan mergui Rp200 miliar jika tidak melakukan apapun.

"Ini memang fakta yang kami hadapi bagaimana kami untuk bisa lolos dari situasi 2020 ini pandemi kami mengelolanya begitu dinyatakan ada pandemi kami membuat skenario planning kalau ini 3 bulan, kalau 6 bulan, 9 bulan impactnya gimana. Memang dari skenario itu kami akan merugi sebesar Rp200 miliar jika kita tidak melakukan apa-apa," ujarnya dalam acara Webinar Infrastruktur, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga: Adhi Karya Targetkan Kontrak Baru Tumbuh 20% di 2021

Menurut Entus, capaian laba bersih ini tidak terlepas dari upaya efisiensi yang dilakukan perseroan. Bahkan efisiensi yang dilakukan ini sudah mencakup pada kebutuhan tambahan untuk penanganan pandemi covid 19 di lingkup perseroan.

"Berbagai upaya efisiensi, sementara efisiensi ini harus bisa mengcover biaya yang muncul akibat penanganan pandemi di lingkungan Adhi Karya," jelasnya.

Sementara itu, dari sisi pendapatan sepanjang 2020 tercatat sebesar Rp 10,8 triliun. Angka itu juga turun 30% jika dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

"Pendapatan Rp10,8 triliun turun 30%. Laba kotor Rp1,7 triliun masih bisa kami pertahankan," ucapnya.

Sementara itu, ekuitas perseroan juga mengalami penurunan dari Rp6,8 triliun menjadi Rp5,6 triliun. Hal ini terjadi karena perseroan menerapkan PSAK 72.

Sedangkan, Arus Kas Operasi mengalamun positif sebesar Rp1,4 Triliun. Hal ini dikarenakan, adanya pembayaran proyek besar seperti Jalan Tol Sigli - Banda Aceh dan LRT Jabodebek.

"Total aset Rp38 triliun dibandingkan sebelumnya Rp36,5 triliun kira-kira ada kenaikan Rp1,5 triliun. Dan alhamdulillah arus operasinya positif Rp1,4 triliun," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini