Pendapatan Lesu, Laba Astra Turun 22% Jadi Rp3,7 Triliun di Kuartal I-2021

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 17:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 278 2398559 pendapatan-lesu-laba-astra-turun-22-jadi-rp3-7-triliun-di-kuartal-i-2021-ZspyfJvS3k.jpg Laba Astra Turun (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - PT Astra International Tbk (ASII) mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, ASII mencatatkan laba bersih sebesar Rp3,72 triliun atau lebih rendah 22,49% dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp4,81 triliun.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ASII mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp51,70 triliun atau turun 4,26% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp54 triliun, dengan laba per saham dasar Rp92.

Baca Juga: Laba Astra Rontok 12% Jadi Rp14 Triliun di Kuartal III

Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro menjelaskan, mengenai menurunnya pendapatan dan laba bersih grup Astra pada kuartal pertama tahun 2021, di mana tahun lalu pandemi baru mulai memengaruhi ekonomi Indonesia dan kinerja bisnis secara substansial pada bulan Maret 2020.

"Walaupun kinerja usaha Grup perlahan membaik pada beberapa bulan terakhir, prospek kinerja tahun ini masih dibayangi oleh ketidakpastian akibat dampak dari pandemi yang masih berlanjut," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (21/4/2021).

Adapun pendapatan Perseroan terdiri atas penjualan barang, jasa dan sewa, jasa keuangan, pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diselesaikan dan pendapatan dari sumber lainnya (dari jasa keuangan, sewa dari properti dan lain-lain).

Penjualan barang tercatat Rp35,72 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp37,40 triliun; jasa dan sewa tercatat Rp9,87 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp11,38 triliun; jasa keuangan tercatat Rp6,09 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp5,20 triliun.

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan diselesaikan tercatat Rp44,07 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp48,05 triliun; pendapatan dari sumber lainnya tercatat Rp6,80 triliun atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp5,95 triliun.

ASII mencatatkan adanya penurunan beban pokok pendapatan di kuartal I-2021 menjadi Rp41,10 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp41,91 triliun. Beban penjualan juga mengalami penurunan menjadi Rp2,46 triliun dari sebelumnya Rp2,68 triliun dan beban umum dan administrasi turun menjadi Rp3,60 triliun dari sebelumnya Rp3,67 triliun.

Astra International mencatatkan liabilitas sebesar Rp149,64 triliun dan ekuitas Rp202,33 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp351,97 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp338,20 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini