Pegadaian Beri Energi Baru untuk UMKM Lewat Ekosistem Ultra Mikro

Feby Novalius, Jurnalis · Rabu 21 April 2021 15:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 21 320 2398454 pegadaian-beri-energi-baru-untuk-umkm-lewat-ekosistem-ultra-mikro-KaHog6UTcF.jpg Holding BUMN Ultra Mikro Direstui OJK, KSSK dan LPS. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Pegadaian turut memberikan energi baru untuk mendorong kemajuan UMKM, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang terdampak akibat virus corona. Energi baru tersebut disalurkan melalui Ekosistem Ultra Mikro.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Kuswiyoto mengatakan, Pegadaian sangat diuntungkan dengan Holding Ultra Mikro. Salah satu yang terbantu adalah pelayanan kepada masyarakat.

"Pelayanan kami kepada masyarakat di remote area akan sangat nambah banyak. Outlet Pegadaian banyak di kota besar, untuk remote area kami belum punya. Ini sebenarnya holding, maka jangkauan kami ke masyarakat bawah akan bagus," tuturnya, Rabu (21/4/2021).

Baca Juga: Holding BUMN Ultra Mikro Tinggal Menunggu PP Terbit

"Jadi yang selama ini pinjam ke rentenir kita upayakan bisa beralih ke Pegadaian yang diremote-remote area," sambungnya.

Selain itu,lanjut Kuswiyoto meyakini, bahwa holding BUMN ini memberikan dampak positif tidak hanya kepada pelaku Umi dan UMKM tetapi juga meningkatkan kesejahteraan agen ketiga perusahaan.

“Karyawan juga tidak perlu khawatir karena holding tidak akan menimbulkan dampak negatif seperti PHK, penutupan outlet ataupun pengurangan pendapatan. Bahkan sebaliknya jika bisnis semakin sehat maka kesejahteraan karyawan pun semakin meningkat," ujarnya. 

Baca Juga: Erick Thohir Rombak Direksi Pegadaian, Kuswiyoto Tetap Jadi Dirut

Pembentukan Holding Ultra Mikro pun diamini Anggota Komisi VI DPR Nasim Khan. Menurutnya, holding ultra mikro bisa lebih menyentuh dan membantu masyarakat dalam mengakses permodalan.

"Jika tujuan holding adalah meningkatkan UMKM terutama agar bisa naik kelas, maka harus didukung tapi dengan prinsip kehati-hatian. Jangan sampai keinginan memajukan UMKM justru malah membuat terseok-seok karena terhambat berbagai prosedur yang ditetapkan akibat holding. Kami menekankan adanya proses holding yang dipermudah,” tegasnya.

Dia meminta pemerintah melalui kementerian BUMN untuk mengoptimalkan peran PT Pegadaian (Persero) dalam memberikan kemudahan akses permodalan bagi masyarakat dan pelaku UMKM.

“PT Pegadaian ini telah mencetak laba Rp2,02 triliun di tahun 2020. Pemerintah seharusnya mengoptimalkan peranan perusahaan ini dengan memperkuat kinerjanya dengan mempermudah masyarakat kecil mendapatkan akses,” katanya.

Sementara itu, Pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro tinggal menantikan Peraturan Pemerintah (PP). Keberadaan PP menjadi penting untuk meneguhkan eksistensi holding BUMN ultra mikro, dan membuat sinergi tersebut bisa beraktivitas secara efektif ke depannya

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, karakteristik bisnis masing-masing perusahaan calon anggota holding ultra mikro akan tetap terjaga. Bahkan, integrasi ini disebutnya bisa menjangkau pelaku mikro secara lebih luas.

"Kita tahu ada 60 juta pelaku mikro, yang baru setengahnya dilayani keuangan formal. Empat tahun ke depan kami pun yakin akan ada akuisisi 30 juta nasabah baru," ujar Tiko.

Menurut Pakar Hukum Administrasi dan Keuangan Publik Universitas Indonesia (UI) Dian Simatupang, penerbitan PP khusus yang mengatur holding ultra mikro diperlukan karena sinergi ini membuat adanya perubahan struktur penyertaan modal negara di perusahaan-perusahaan terlibat.

“Ini perlu dibuat PP karena merujuk PP Nomor 72 Tahun 206, pada saatnya holding terjadi nanti BRI akan menjadi induk PNM dan Pegadaian. Itu artinya terjadi perubahan struktur penyertaan modal negara,” ujar Dian. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini