Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Subsidi Ongkir Belanja Online Rp500 Miliar, Peritel: Didominasi Produk Asing

Subsidi Ongkir Belanja <i>Online</i> Rp500 Miliar, Peritel: Didominasi Produk Asing
Belanja Online (Foto: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey menilai kebijakan pemberian subsidi untuk ongkos kirim (ongkir) pada Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) Ramadhan 2021 tidak akan memberi dampak signifikan pada peritel.

Menurut Roy, barang-barang yang dijual secara daring umumnya merupakan produk non FMCG (fast moving consumer goods/barang konsumen yang cepat laku). Hal itu berbanding terbalik dengan kondisi ritel yang justru menjual produk FMCG.

"Barang online biasanya barang non FMCG. Kalau yang FMCG pasti mereka (konsumen) akan cari di gerai karena kan harus lihat kedaluarsa dan macam-macamnya," katanya dihubungi seperti dilansir Antara, di Jakarta, Rabu (21/4/2021).

Di sisi lain, Roy mengkritisi kebijakan subsidi ongkir yang dinilai tak tepat sasaran lantaran kebanyakan produk di e-commerce atau yang dijual secara online rata-rata merupakan produk asing yang harganya murah.

Dia pun meragukan jumlah produk lokal yang dijual di e-commerce.

"Transaksi online itu banyak produk yang bukan produk Indonesia. Produk asing, yang murah-murah itu produk China. Padahal kita mau cinta produk Indonesia dan benci produk asing," katanya.

Selain dipenuhi produk asing, kualitas barang pun tidak bisa dipastikan secara langsung. Padahal, menurut Roy, untuk bisa turut mendorong penjualan daring produk dalam negeri, maka faktor kualitas tidak boleh dilupakan.

"Saya pikir subsidi ongkir untuk Harbolnas kurang tepat sasaran karena kebanyakan didominasi produk asing. Kedua, karena rata-rata transaksi untuk barang murah, unik dan sejenisnya, masyarakat jadi hanya beli barang murahan. Padahal yang kita harapkan kan barang lokal dan transaksi berkualitas," pungkas Roy.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement