Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

S&P Pertahankan Investment Grade untuk Indonesia tapi Outlook Negatif

Antara , Jurnalis-Jum'at, 23 April 2021 |08:08 WIB
   S&P Pertahankan <i>Investment Grade</i> untuk Indonesia tapi Outlook Negatif
Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)
A
A
A

S&P memandang kemampuan Indonesia untuk memenuhi kewajiban utang luar negeri tetap terjaga, didukung kebijakan kehati-hatian dalam pengelolaan risiko utang luar negeri korporasi.

Lebih lanjut, dalam satu tahun terakhir, rasio utang dalam valuta asing juga menurun hingga di bawah 40 persen dari total hutang. Rasio kepemilikan asing dalam obligasi pemerintah berdenominasi rupiah juga menurun tajam pada 2020.

Pada sisi fiskal, dalam jangka pendek, S&P memperkirakan pemerintah akan mempertahankan kebijakan fiskal yang ekspansif untuk mendorong pemulihan ekonomi, sehingga defisit fiskal akan lebih tinggi dibandingkan rata-rata historisnya.

S&P memandang dukungan fiskal masih dibutuhkan untuk mitigasi dampak pandemi dan mendukung pemulihan ekonomi. Selanjutnya, S&P memperkirakan bahwa pemerintah akan secara bertahap mengembalikan kebijakan fiskal ke arah yang lebih prudent.

S&P mencatat peran BI dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meredakan guncangan ekonomi dan keuangan. Langkah Bank Indonesia untuk membeli surat berharga pemerintah di pasar primer sebagai "last resort", dapat membantu pemerintah mengelola kebutuhan pendanaan dan menurunkan beban bunga ketika pasar keuangan sedang mengalami tekanan.

S&P memandang langkah ini tidak terindikasi memberikan dampak signifikan terhadap inflasi dan imbal hasil obligasi.

S&P sebelumnya mempertahankan sovereign credit rating Indonesia pada BBB dan merevisi outlook dari stabil menjadi negatif pada 17 April 2020 lalu.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement