Share

6 Fakta Menarik BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

Fariza Rizky Ananda, Jurnalis · Sabtu 24 April 2021 05:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 23 320 2399702 6-fakta-menarik-bi-kembali-tahan-suku-bunga-acuan-3-5-KcaypZhnG4.jpg Gubernur BI Perry Warjiyo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menetapkan untuk kembali mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) ditahan di level 3,50%. Hal tersebut diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 19-21 April 2021 yang lalu.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, selain BI7DRR tetap, suku bunga Deposit Facility dan suku bunga Lending Facility tetap yang besarannya masing-masing sebesar 2,75% dan 4,25%.

Berkaitan dengan isu BI rate tersebut, Okezone merangkum beberapa fakta menariknya, Sabtu (24/4/2021).

1. Keputusan untuk Menjaga Stabilitas Rupiah

Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan, penjagaan Rupiah tersebut dari meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global. Walaupun di tengah prakiraan inflasi yang tetap rendah.

Baca Juga: BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 3,5%

"Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah," ujar Perry, Jakarta, Selasa (20/4/2021).

2. Strategi BI Pemulihan Ekonomi Nasional

Untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional lebih lanjut, Bank Indonesia lebih mengoptimalkan kebijakan makroprudensial akomodatif dan akselerasi pendalaman pasar uang.

"Selain itu juga optimalkan dukungan kebijakan internasional, serta mempercepat digitalisasi sistem pembayaran," ujar Perry.

3. Alasan BI Tahan Suku Bunga di 3,5%

Ekonom Josua Pardede mengatakan, diperkirakan hal ini disebabkan masih rendahnya tingkat inflasi di Indonesia pada Maret sebesar 1,37% yoy, yang secara relatif masih di bawah target BI sebesar 3±1%.

"Namun demikian, BI juga tidak akan menurunkan suku bunganya sejalan dengan masih depresiasi Rupiah yang secara year-to-date, melemah hingga 3,7%," kata Josua, di Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Baca Juga: BI Diprediksi Masih Tahan Suku Bunga di 3,5%

Kenaikan impor pada Maret 2021 memberikan sinyal bahwa ke depannya transaksi berjalan akan kembali mencatatkan defisit sejalan dengan pemulihan ekonomi, yang mendorong permintaan impor. Dengan begitu BI diperkirakan masih akan mempertahankan suku bunganya pada RDG bulan ini.

4. Suku Bunga Acuan, Perbankan Turunkan SBDK

Penurunan suku bunga acuan BI7DRR sejak 2020 membuat rendahnya suku bunga PUAB overnight sekitar 2,79% selama Maret 2021. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, perbankan telah merespons dengan melakukan penurunan suku bunga dasar kredit (SBDK) per Februari 2021 sebesar 171 bps (yoy).

"Penurunan SBDK tersebut terutama terjadi pada kelompok bank BUMN yang turun sebesar 266 bps (yoy) menjadi sebesar 8,70%, lebih besar dibandingkan penurunan SBDK kelompok bank lainnya," ujarnya, Jakarta, Selasa (20/4/2021).

Penurunan SBDK yang terjadi pada jenis kredit Konsumsi KPR, Konsumsi Non KPR, Korporasi dan Ritel masing-masing adalah sebesar 194 bps, 193 bps, 139 bps dan 136 bps (yoy) menjadi 8,19%, 9,25%, 8,26% dan 8,84%.

5. Margin Keuntungan BUMN Turun, Bank Swasta Naik

Penurunan SBDK secara industri terjadi pada seluruh komponen, yaitu pada Harga Pokok Dasar Kredit (HPDK) sebesar 120 bps (yoy), diikuti Overhead Cost (OHC) 31 bps (yoy) dan Margin Keuntungan 21 bps (yoy).

"Margin Keuntungan kelompok bank BUMN dan KCBA (Kantor Cabang Bank Asing) mengalami penurunan sebesar 88 bps dan 34 bps (yoy), sementara Margin Keuntungan BUSN (Bank Umum Swasta Nasional) dan BPD masih menunjukkan peningkatan sebesar 48 bps dan 2 bps (yoy) pada bulan Februari 2021," ujarnya.

6. Pengumuman Suku Bunga Acuan, Rupiah Menguat

Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa (20/4/2021) pada pukul 09.06 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat 17,5 poin atau 0,12% ke level Rp14.547 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.530 hingga Rp14.567 per USD.

Sementara itu, yahoofinance mencatat Rupiah pada level Rp14.565 per USD. Dalam pergerakan harian Rupiah berada di Rp14.565- Rp14.565 per USD.

Menurut Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra, pergerakan Rupiah menanti keputusan suku bunga acuan yang segera diumumkan Bank Indonesia. "Bila BI mempertahankan kebijakan suku bunganya, pelemahan rupiah mungkin bisa tertahan," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini