Indonesia-Inggris Tingkatkan Kerjasama Perdagangan Bilateral

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 26 April 2021 20:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 26 320 2401122 indonesia-inggris-tingkatkan-kerjasama-perdagangan-bilateral-1qPKrz9LUv.jpg Kerjasama Indonesia-Inggris. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Inggris dan Indonesia mengambil tindakan untuk meningkatkan potensi perdagangan yang sangat besar di antara kedua negara. Hal tersebut ditandai dengan kesepakatan nota kesepahaman tingkat perdagangan bilateral.

Produk Domestik Bruto Inggris adalah ekonomi terbesar ke-6 di dunia; dan Indonesia dengan cepat naik dari peringkat 16. Namun terlepas dari hubungan bilateral yang kuat, perdagangan antara Inggris dan Indonesia masih jauh lebih sedikit daripada yang seharusnya.

Indonesia adalah mitra dagang terbesar ke-52 Inggris, yang sekurangnya 30 posisi lebih rendah dari kemungkinan potensi sebenarnya. Indonesia dan Inggris telah sepakat bahwa ada potensi besar yang belum dimanfaatkan untuk meningkatkan perdagangan, dan hal tersebu akan mengubah peringkat ini.

Baca Juga: RI Targetkan 4 Perjanjian Dagang Rampung Tahun Ini

Tindakan sudah mulai diambil –sebagaimana ditunjukkan investasi ke Indonesia dari Inggris meningkat 53% menjadi £7,1 miliar pada 2019 - bahkan selama masa pandemi. Sebagai investor terbesar kedua dari Eropa di Indonesia, Inggris berinvestasi di lintas sektor perekonomian - mulai dari energi, hingga farmasi, dan barang konsumen yang terjangkau.

Upaya Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan investasi asing langsung dengan mengembangkan iklim usaha- seperti yang terlihat melalui Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) – mendorong dunia usaha Inggris untuk mempertimbangkan investasi lebih lanjut. Kamar Dagang Inggris di Indonesia (BritCham) memperkirakan bahwa investasi Inggris telah menciptakan lebih dari 1 juta pekerjaan di Indonesia.

Indonesia memiliki surplus perdagangan (barang) dengan Inggris. Inggris adalah pasar penting untuk alas kaki, pakaian, dan produk kayu Indonesia.

Meningkatkan perdagangan kedua negara adalah solusi yang saling menguntungkan (“win-win”) bagi Inggris dan Indonesia. Hari ini adalah tonggak penting lainnya dalam upaya ini - karena proses JTR telah selesai, dan JETCO telah diluncurkan.

Baca Juga: RUU IE-CEPA Disahkan, Investasi dan Akses Ekspor ke Eropa Bisa Meningkat

JTR meletakkan dasar untuk mengubah perdagangan bilateral dengan mengkaji keadaan hubungan perdagangan dan investasi bilateral Inggris & Indonesia saat ini, dan memberikan rekomendasi kebijakan terperinci kepada kedua negara mengenai langkah-langkah meningkatkan perdagangan dengan mengatasi masalah perdagangan dan hambatan untuk berbisnis. JTR melihat data, dan berkonsultasi dengan sektor bisnis.

Berbagai diskusi telah difokuskan untuk mengidentifikasi berbagai sektor yang berpotensi untuk menumbuhkan perdagangan dan membangun kemitraan usaha baru, termasuk di sektor pendidikan, produk pertanian, makanan dan minuman, teknologi, farmasi dan perawatan kesehatan, infrastruktur dan transportasi, kayu dan produk kayu, energi terbarukan / pertumbuhan hijau, layanan keuangan dan profesional, serta ekonomi kreatif.

Penandatanganan MoU JETCO merupakan langkah baru yang menarik. Inggris dan Indonesia telah sepakat untuk membentuk JETCO yang akan meningkatkan perdagangan dan investasi di sektor-sektor utama dengan menangani masalah pasar bebas dan akses pasar.

Awalnya, JETCO akan fokus pada makanan, minuman dan produk pertanian serta energi terbarukan/pertumbuhan hijau. Pemerintah Indonesia dan Inggris akan membentuk kelompok kerja lintas sektoral pemerintah, melibatkan pelaku industri dari kedua belah pihak. KADIN dan BritCham telah memulai ini dengan kelompok yang dipimpin bisnis yang melihat kolaborasi dalam energi terbarukan.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins mengatakan, Indonesia memiliki populasi muda yang berbakat dan terus mencari peluang; infrastruktur dan industri yang berkembang pesat; dan potensi besar dalam energi terbarukan, kendaraan listrik, serta teknologi lain yang berkembang pesat yang akan mendominasi perekonomian kita di tahun-tahun mendatang.

“Saya senang karena JETCO ini akan mendorong kita lebih jauh untuk meningkatkan perdagangan dan kerja sama,” tukas Owen.

Lebih lanjut Owen menegaskan, perdagangan Inggris-Indonesia adalah peluang yang bisa sangat menguntungkan kedua negara, dan investasi Inggris ke Indonesia meningkat secara cepat.

“Dalam Tinjauan Terpadu (Integrated Review) tentang kebijakan luar negeri, keamanan, pertahanan, dan pembangunan, Inggris menegaskan komitmennya terhadap kawasan Indo-Pasifik sebagai mesin ekonomi global dan pusat kebudayaan global,” jelas Owen.

Owen mengungkapkan bahwa JETCO ini dilengkapi dengan tawaran Inggris yang lebih luas ke Indonesia, termasuk Pembiayaan Ekspor Inggris (UKEF) yang dapat mendukung Pemerintah Indonesia dengan pembiayaan jangka panjang yang sangat kompetitif (hingga £ 4 miliar) untuk dapat mencapai tujuan pembangunan Indonesia.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Internasional Inggris Liz Truss mengatakan bahwa pada tahun 2050, Indonesia diprediksi akan menjadi salah satu dari lima ekonomi terdepan secara global dan perjanjian hari ini menetapkan ambisi Inggris untuk memperkuat hubungan perdagangan dan investasi antara kedua negara serta membuka pasar baru untuk perusahaan-perusahaan Inggris.

“Kami ingin memperkuat hubungan perdagangan dengan negara-negara yang bervisi serupa, seperti misalnya Indonesia, dimana kita memiliki keyakinan yang sama terhadap demokrasi dan sistem internasional yang berbasis peraturan, yang membantu memperkuat kemitraan dinamis “Global Britain” dengan ASEAN dan Asia Tenggara,” ujar Liz.

Sementara itu Komisaris Perdagangan Inggris untuk Asia Pasifik Sam Myers mengatakan bahwa MoU ini merupakan langkah penting untuk memperdalam hubungan perdagangan Inggris dengan Indonesia, sebagai ekonomi terbesar ASEAN.

“Hal ini akan menciptakan mekanisme formal untuk mengatasi peluang dan tantangan bisnis di tingkat senior pemerintah, dan memulai diskusi khusus sektoral di sembilan bidang prioritas. Kami sudah memiliki hubungan yang produktif dalam bisnis energi terbarukan dan pertumbuhan hijau, serta produk makanan dan minuman - menciptakan prospek baru untuk kemitraan dan kemakmuran bersama”, tutup Sam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini