Produsen Air Minum Cleo Catat Kenaikan Laba hingga 18%

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 28 April 2021 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 04 28 278 2402108 produsen-air-minum-cleo-catat-kenaikan-laba-hingga-18-akhfMWbJsK.jpg air minum (Reuters)

JAKARTA - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) mencatatkan kenaikan laba bersih pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp41,84 miliar atau lebih tinggi 18 persen dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp35,45 miliar.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp237,19 miliar atau turun 12,64 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp271,52 miliar, dengan laba per saham dasar Rp3,49.

 Baca juga: Sariguna Primatirta Investasi Properti Rp29,72 Miliar

Adapun penjualan produsen air minum dalam kemasan dengan merk Cleo ini terdiri atas penjualan bersih bukan botol, botol dan lain-lain. Penjualan tersebut terbagi atas pihak berelasi dan pihak ketiga.

Penjualan bukan botol tercatat Rp140,32 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp143,44 miliar; botol tercatat Rp96,25 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp127,01 miliar; lain-lain tercatat Rp619,06 juta atau lebih rendah dari sebelumnya Rp1,06 miliar.

 Baca juga: Naik 35,21%, Sariguna Primatirta Bukukan Penjualan Rp831,10 Miliar

Total penjualan ke pihak berelasi tercatat Rp187,88 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp212,08 miliar dan penjualan ke pihak ketiga tercatat Rp49,31 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp59,44 miliar.

CLEO mencatatkan adanya penurunan beban pokok penjualan di kuartal I-2021 menjadi Rp130,91 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp158,81 miliar. Beban penjualan juga mengalami penurunan menjadi Rp30,02 miliar dari sebelumnya Rp39,44 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi naik menjadi Rp18,13 miliar dari sebelumnya Rp16,58 miiar.

Sariguna Primatirta mencatatkan liabilitas sebesar Rp430,74 miliar dan ekuitas Rp938,08 miliar. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp1,36 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp1,31 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini