JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2021 minus 0,74% secara year on year (yoy). Sedangkan secara quartal per quartal (q to q) 0,96%. Indonesia pun masih resesi.
Menurut Kepala Center Macroeconomics and Finance IInstitute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2021 minus 0,74% tertinggal apabila dibandingkan dengan negara lain salah satunya Vietnam. Walaupun negara lain mengalami kontraksi cukup dalam pada kuartal IV 2020.
"Jadi pertumbuhan ekonomi kuartal I masih terkontraksi minus 0,74% artinya kita ketinggalan nih dari negara-negara lain. Di mana negara lain kuartal IV, mereka masih terkontraksi tetapi di kuartal I 2021 itu sudah mulai ekspansi pertumbuhannya, Indonesia kan masih berkontraksi. Seperti dengan Vietnam saja Indonesia masih kalah," ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/5/2021).
Baca Juga: 4 Kali Minus, Berikut Perjalanan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga Resesi
Dia menuturkan bahwa, pertumbuhan ekonomi ini tak lain dipengaruhi oleh percepatan program vaksinasi. Di mana berbagai negara terus menerus mempercepat program vaksinasi sementara di Indonesia baru mencapai 4,92% dari total jumlah penduduk atau sekitar 10 juta jiwa.
"Artinya memang vaksinasi menumbuhkan pertumbuhan ekonomi sebuah negara termasuk Amerika, Korea Selatan, Vietnam, Tiongkok, sudah melakukan percepatan vaksinasi," ungkap dia.