Jelang Larangan Mudik, Hanya 500 Penumpang yang Berangkat dari Terminal Kalideres

Giri Hartomo, Jurnalis · Rabu 05 Mei 2021 18:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 05 320 2406177 jelang-larangan-mudik-hanya-500-penumpang-yang-berangkat-dari-terminal-kalideres-j4AZ7aIoYF.jpg Terminal Kalideres. (Foto: Okezone.com/Giri)

JAKARTA - Kondisi penumpang di Terminal Kalideres masih relatif landai. Meskipun mulai besok, pemerintah sudah mulai menetapkan larangan mudik lebaran sejak 6 hingga 17 Mei 2021 mendatang.

Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen mengatakan, untuk penumpang yang berperegian dari Terminal Kalideres hari ini hanya sekitar 500 penumpang. Adapun rata-rata penumpang menuju beberapa daerah di Pulau Sumatera dan Jawa Tengah.

“Kalau tadi data saya sampai hari ini baru 500 orang lebih. Tujuannya Padang-pPalembang, Lampung, Bengkulu, Jawa Tengah,” ujarnya saat ditemui MNC Portal Indonesia, Rabu (5/5/2021).

Baca Juga: Larangan Mudik Berlaku 6 Mei, Kemenhub: Penyekatan Dimulai Pukul 00.00 WIB

Menurut Revi, puncak pergerakan penumpang di Terminal Kalideres sudah lewat masannya. Hal ini terlihat dari jumlah penumpang pada hari ini yang justru relatif rendah meskipun besok ada larangan mudik.

“Sudah lewat lalu menurut saya sudah lewat kalau dilihat dari jumlah penumpang sekarang puncaknya sudah lewat karena besok hari terakhir,” ucapnya.

Baca Juga: Ingatkan Kasus Covid-19 di India, Menaker Minta Pekerja Tidak Mudik

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengatakan, kondisi terminal bus Kalideres masih cukup landai. Ada beberapa penumpang yang datang namun tidak terlalu ramai.

“Memang kondisi terminal bus hari ini cukup landai, tidak begitu ramai seperti pada kondisi normal,” ucapnya.

Pihaknya bersama dengan pihak terkait akan melakukan pengecekan protokol kesehatannya. Misalnya adalah dengan memastikan kapasitas penumpang di dalam bus adalah 50% dari total kapasitasnya.

Selain itu, dilakukan juga pengecekan GeNose dan Antigen untuk calon penumpang dan para supir bus. Selain itu juga ada pengecekan Corona Likelihood Metric (CLM).

“Kami juga mengecek protokol kesehatannya dilaksanakan dengan baik ada pengecekan dengan GeNose, pengecekan urin kemudian ada juga pemeriksaan CLM sesuai dengan prokes 50%. Mudah-mudahant kesehatan masyarakat juga akan terjaga,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini