Harga Emas Kian Mahal di Tengah Anjloknya Dolar AS

Antara, Jurnalis · Sabtu 08 Mei 2021 09:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 08 320 2407543 harga-emas-kian-mahal-di-tengah-anjloknya-dolar-as-7vUJBhAMpN.jpg Harga Emas Naik. (Foto: Okezone.com/Freepik)

CHICAGO - Harga emas kian berkilau pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Harga emas memperpanjang kenaikan untuk ketiga hari berturut-turut dan mencatat mingguan terbaik sejak November 2020.

Harga emas menguat setelah penurunan tak terduga dalam pertumbuhan lapangan pekerjaan AS sepanjang April. Laporan ini pun membuat dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah AS menurun.

Baca Juga: Harga Emas Antam Naik Rp8.000, Paling Murah Rp517.000

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange naik USD15,6 atau 0,86% menjadi USD1.831,30 per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (6/5/2021), harga emas berjangka melambung USD31,4 atau 1,76% menjadi USD1.815,70 per ounce.

Harga emas berjangka juga terkerek USD8,3 atau 0,47% menjadi USD1.784,30 pada Rabu (5/5/2021), setelah anjlok USD15,8 atau 0,88% menjadi USD1.776 pada Selasa (4/5/2021), dan melonjak USD24,1 atau 1,36% menjadi USD1.791,80 pada Senin (3/5/2021).

Baca Juga: Harga Emas Naik 1,7% Tembus Level USD1.800/Ounce

"Kehilangan penuh pada angka (pekerjaan), imbal hasil tertekan dan dolar juga turun. Memungkinkan emas untuk melonjak," kata Kepala Strategi Pasar Blue Line Futures, Phillip Streible, dikutip dari Antara, Sabtu (8/5/2021).

Namun demikian, dia memprediksi bahwa rally emas mungkin tidak panjang karena data pekerjaan bulan depan bisa menunjukkan angka peningkatan yang luar biasa.

Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan pekerjaan bulanan yang menunjukkan bertambah hanya 266.000 pekerjaan baru atau lebih rendah dari yang diharapkan. Sedangkan tingkat pengangguran naik menjadi 6,1% dari 6,0%.

Para ekonom telah memperkirakan sebanyak satu juta pekerjaan baru AS untuk April, menambah kenaikan pada Maret sebesar 916.000. Oleh karena itu, laporan Departemen Tenaga Kerja mengecewakan banyak orang.

"Laporan ini setidaknya untuk sementara memberikan sedikit air dingin pada gagasan Federal Reserve (Fed) mungkin dipaksa untuk menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diharapkan banyak orang," kata Analis Senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Juli tidak berubah. Platinum untuk pengiriman Juli turun USD3,1 atau 0,25% menjadi ditutup pada USD1.254,5 per ounce.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini