Share

Kapasitas KRL Dibatasi hanya 74 Penumpang, Awas Jangan Berdesakan

Giri Hartomo, Okezone · Jum'at 14 Mei 2021 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 14 320 2410239 kapasitas-krl-dibatasi-hanya-74-penumpang-awas-jangan-berdesakan-rBxeA93IFc.jpg KRL. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kepadatan jumlah penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) menjadi salah satu pekerjaan rumah PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Apalagi Menteri Perhubugan Budi Karya Sumadi langsung menyoroti kepadatan penumpang KRL.

VP Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan, pihaknya akan tetap melakukan pembatasan pada jumlah penumpang di setiap keretanya. Di mana penumpang yang boleh naik kereta hanya 74 orang saja.

“Jadi 74 per kereta masih terus kami lakukan. Kalau di stasiun-stasiun itu kan ada penyekatan untuk masuk ke kereta,” ujarnya saat ditemui di Stasiun Manggarai, Jakarta, Jumat (14/5/2021).

Baca Juga: Diminta Random Check Antigen Penumpang KRL, KCI Koordinasi dengan Pemda

Nantinya, KCI akan menyiagakan 2 sampai 3 petugas di setiap gerbong kereta. Petugas ini akan selalu mengingatkan penykpang untuk menjaga jarak agar tidak verdesqkan di dalam kereta.

“Petugasnya ada yang memantau. Itu ada 2-3 orang (per gerbong). Dari 12 kereta lagi jalan sebenarnya,” ucapnya.

Menurut Anne, dalam menerapaknjaga jarak atau protokol kesehatan di kereta agar tidak berdesakan perlu effort lebih. Karena masig ada penumpang yang enggan mengikuti marka yang sudab tersedia di dalam kereta.

Baca Juga: Nekat! 226.000 Orang Mudik Lokal Gunakan KRL

Alasannya pun beragam, seperti misalnya tak ingin pisah dari temannya atau bahkan ingin duduk bersama dengan keluarga. Meskipun begitu, pihaknya akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat yang mayoritas merupakan penumpang musiman.

“Namun itu perlu diedukasi, misal ada marka-marka yang satu keluarga, satu rombongan itu tidak mau pisah dari temannya atau keluarganya. Tapi itu akan terus kita lakukan edukasi supaya mereka mematuhi marka-marka,” jelasnya.

Baca Juga: BuddyKu Fest: Challenges in Journalist and Work Life Balance Workshop

Follow Berita Okezone di Google News

Alasannya pun beragam, seperti misalnya tak ingin pisah dari temannya atau bahkan ingin duduk bersama dengan keluarga. Meskipun begitu, pihaknya akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat yang mayoritas merupakan penumpang musiman.

“Namun itu perlu diedukasi, misal ada marka-marka yang satu keluarga, satu rombongan itu tidak mau pisah dari temannya atau keluarganya. Tapi itu akan terus kita lakukan edukasi supaya mereka mematuhi marka-marka,” jelasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini