Dia menyebutkan, kapasitas usaha mereka tidak berkembang, produk mereka tidak punya daya saing. Dua isu ini yang perlu disikapi bersama-sama
Selain itu, Teten menambahkan bahwa realisasi belanja harus terus didorong. Meskipun demikian, jika dilihat penyerapan regulernya, anggaran reguler dikurangi anggaran banpres produktif usaha mikro, sampai bulan Mei masih tercatat 26,97%.
"Kalau kita lihat, target kita sampai akhir Mei harusnya 26,97% tapi realisasinya baru 18,08%. Ini masih jauh dari target dan harus kita capai. Penyerapan anggaran sangat dibutuhkan untuk pemulihan ekonomi nasional," pungkasnya.
Sementara itu, Teten berpesan agar semua pihak saling menguatkan dan bahu membahu agar Indonesia bisa keluar dari pandemi Covid-19 yang telah menimbulkan dampak besar di kesehatan dan ekonomi.
"Dalam halal bihalal ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak ibu sekalian yang sudah bekerja keras selama setahun kemarin, selama pandemi Covid-19," ucap Teten.
(Dani Jumadil Akhir)