Pengakuan Dirut Bio Farma soal Harga Vaksin Gotong Royong

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 20:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 320 2413173 pengakuan-dirut-bio-farma-soal-harga-vaksin-gotong-royong-KoYUmw7ViT.jpg Vaksin Covid-19 (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga vaksin gotong royong dinilai kemahalan. Bahkan, karyawan khawatir gajinya kena potong karena perusahaan ikut vaksin gotong royong. PT Bio Farma (Persero) akhirnya buka-bukaan soal harga vaksinasi gotong royong.

Ternyata, harga vaksinasi gotong royong ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes), setelah Bio Farma mengajukan struktur harga.

Baca Juga: Jokowi Akui Suplai Vaksin Gotong Royong Bermasalah 

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan, sebelum Kemenkes memfinalisasi harga per dosis vaksin Covid-19 yang digunakan dalam program vaksinasi mandiri, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terlebih dahulu melakukan review atau tinjauan ulang.

"Terkait penetapan terakhirnya itu ada di kewenangan Menkes (Menteri Kesehatan). Jadi vaksin gotong royong ini kami mengajukan struktur harga dan sebelum nanti ada penetapan dari Kemenkes ini direview dan dievaluasi kewajarannya oleh BPKP," ujar Honesti dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Kamis (20/5/2021).

Secara pembiayaan, pemerintah telah menyiapkan anggaran pengadaan vaksin Covid-19 senilai Rp 77 triliun. Dana ini dialokasikan untuk sejumlah jenis vaksin yang diproduksi oleh produsen farmasi dunia. Untuk pelaksanaannya, pemerintah membagi dua skema program vaksinasi yakni gotong royong atau berbayar dan vaksinasi pemerintah yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.

Karena itu, kata Honesti, proses audit dan review yang dilakukan BPKP tidak saja menyangkut harga vaksinasi gotong royong, namun juga dana pengadaan vaksin secara keseluruhan

Dalam review vaksin jadi misalnya, lembaga auditor internal negara akan melihat berapa harga impor, bea masuk, bea importasi, handling, transportasi pesawat, hingga harga sewa cold chain di pesawat untuk menjamin kualitas vaksin.

Saat pengiriman tiba di Indonesia, BPKP akan melihat berapa biaya transportasi vaksin dari bandara ke gudang Bio Farma. Serta, biaya quality control untuk pengetesan terhadap vaksin

"Nanti sampai di Indonesia biaya transportasinya dari bandara ke gudang Bio Farma, kemudian ada biaya quality control untuk pengetesan terhadap vaksin. Ada banyak komponen yang kami sajikan lengkap ke BPKP untuk mendapatkan evaluasi," katanya.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menegaskan, tidak ada komersialisasi harga vaksin gotong royong. Harga vaksin Covid-19 ditetapkan pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sebesar Rp 1 juta per orang.

Kementerian BUMN dinilai transparan sejak awal program vaksinasi bagi korporasi swasta dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tersebut.

"Mengenai harga, sejak awal kami dari Kementerian BUMN sangat terbuka. Kita tidak berpikir untuk komersialisasi daripada vaksin Covid-19 sendiri," ujar Erick Rabu kemarin.

Dalam skemanya, setiap karyawan akan mendapatkan dua kali suntikan dosis vaksin Covid-19. Satu kali suntikan dibebankan sebesar Rp500.000. Jumlah itu terbagi atas Rp375.000 satu dosis vaksin dan satu kali penyuntikan senilai Rp125.000.

Dengan begitu, total biaya vaksin gotong royong untuk satu orang sebesar Rp1 juta. Adapun jenis vaksin yang digunakan adalah Sinopharm dan CanSino. Sementara tarif vaksin ditanggung perusahaan swasta dan bukan negara.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini