Harga BBM Saingan Pertamina Naik sejak Maret, Pertamax Cs Kapan?

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 21 Mei 2021 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 320 2413463 harga-bbm-saingan-pertamina-naik-sejak-maret-pertamax-cs-kapan-dmU5pPshMQ.jpg Harga Pertamax (Foto: Okezone)

JAKARTA - Harga minyak dunia terus mengalami peningkatan sepanjang tahun 2021, bahkan di bulan Maret 2021 mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir ini. Kenaikan tersebut langsung diikuti oleh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta menaikan harga BBM mereka.

“Pertamina saya kira perlu menyesuaikan harga BBM non subsidi, di mana ini sudah diatur dalam Kepmen ESDM No.62 Tahun 2020 Tentang Formula Harga Dasar Dalam Perhitungan Harga Jual Eceran Jenis Bahan Bakar Minyak Umum Jenis Bensin dan Minyak Solar Yang Disalurkan Melalui Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Dan/Atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan.” jelas Direktur Executive Energy Watch Mamit Setiawan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (21/05/2021).

Berdasarkan Kepmen tersebut, dijelaskan bahwa perhitungan menggunakan rata-rata harga publikasi MOPS atau Argus, dengan satuan USD/barel periode tanggal 25 pada dua bulan sebelumnya, sampai dengan tanggal 24 satu bulan sebelumnya untuk penetapan bulan berjalan.

“Dengan demikian, saya kira di awal bulan Juni 2021, Pertamina bisa menyesuaikan harga BBM non subsidi sesuai dengan nilai keekonomian," katanya.

Baca Juga: Harga BBM Terbaru dari Pertamina dan Shell Usai Lebaran, Ada yang Turun Lho

Selain itu, berdasarkan data yang ada, Mamit menyampaikan bahwa SPBU swasta sudah menaikan harga BBM Non subsidi beberapa kali sejak bulan Maret 2021. ”Adalah hal yang wajar jika Pertamina menyesuaikan harga BBM Non Subsidi mengingat saat ini harga minyak dunia sudah berada di level USD62/barel baik untuk jenis minyak mentah Brent maupun jenis minyak mentah WTI.” katanya.

SPBU swasta, seperti Shell telah dua kali melalukan penyesuaian harga pada awal Maret dan April 2021 di mana saat ini harga BBM Shell jenis Reguler (RON 90) sebesar Rp10.520 per liter, Super (RON92) Rp10.580 per liter, V-Power (RON 95) Rp 11.050 per liter dan Diesel Rp10.590 per liter.

Harga tersebut, masih jauh lebih tinggi dibandingkan harga jual BBM Pertamina di mana untuk Pertalite (RON 90) sebesar Rp7.650 per liter, Pertamax (RON 92) sebesar Rp9.000 per liter dan Pertamax Turbo (RON98) sebesar Rp9.850 per liter.

Selain itu, Mamit yakin bahwa penyesuaian harga BBM Non Subsidi Pertamina akan berada di bawah harga BBM swasta lainnya, mengingat Pertamina sebagai BUMN akan mempertimbangan daya beli masyarakat. “Harga BBM milik Pertamina masih paling kompetitif dibandingkan SPBU swasta lain, tapi dari sisi kaulitas saya yakin tetap sama dan tidak ada pengurangan sama sekali.” ungkap Mamit kembali.

“Penyesuaian harga BBM saya kira harus dilakukan oleh Pertamina, mengingat dari sisi regulasi memungkinkan untuk dilakukan. Jika tidak dilakukan, saya khawatir akan membebani keuangan Pertamina dimana akhirnya bisa membebani keuangan negara mengingat saat ini Pertamina juga menerima penugasan dari Pemerintah, termasuk BBM 1 Harga untuk wilayah 3T," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini