Tarik Tunai di ATM Link yang Tak Lagi Gratis, Ini Sejarahnya

Sabtu 22 Mei 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 22 320 2413951 tarik-tunai-di-atm-link-yang-tak-lagi-gratis-ini-sejarahnya-LMUU94p2qB.jpg Biaya Tarik Tunai di ATM Link. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Nasabah Bank BRI, BNI dan BTN yang akan transaksi tunai dan cek saldo di ATM Link dan masing-masing bank, akan dikenai biaya mulai 1 Juni 2021.

Transaksi cek saldo di mesin ATM tersebut akan dikenakan tarif Rp 2.500 dari semula Rp 0 alias gratis. Sementara itu, untuk transaksi penarikan tunai akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000.

Saat ini sudah terdapat 53 ribu ATM Link yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dulunya ATM Link menawarkan banyak keuntungan bagi nasabah Bank Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN), yang melakukan transaksi melalui ATM Link yaitu:

Gratis biaya Cash Withdrawal / Penarikan Tunai di seluruh jaringan ATM Link. Gratis biaya Balance Inquiry / Cek Saldo di seluruh jaringan ATM Link. Namun semua manfaat itu, pada awal bulan depan tidak lagi bisa dinikmati nasabah bank BUMN.

Baca Juga: 5 Fakta Tarik Tunai dan Cek Saldo Bank BUMN di ATM Link Kena Biaya

Pasalnya mulai awal bulan depan, transaksi cek saldo di mesin ATM tersebut akan dikenakan tarif Rp 2.500 dari semula Rp 0 alias gratis. Sementara itu, untuk transaksi penarikan tunai akan dikenakan biaya sebesar Rp 5.000.

Sebagai informasi ATM Link dikenalkan pada Desember 2015 di Blok B Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, oleh Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno. Selanjutnya di tahun 2016, jaringan ATM Link mulai meluas ke seluruh Indonesia.

Baca Juga: Tarik Tunai di ATM Link Kena Biaya Rp5.000, Begini Penjelasan BNI

Pada awal pembentukannya, gabungan ATM ini untuk memberikan efisiensi. Dimana Pengelolaan ATM secara bersama pada satu perusahaan switching oleh BUMN perbankan bakal membuat penghematan biaya operasional bagi pihak perbankan dan penghematan biaya transaksi bagi masyarakat pengguna ATM.

Hitung-hitungan saat itu efisiensi dapat terlihat dari misalnya penyediaan ATM. Apabila satu bank Himbara sebelumnya membeli mesin ATM seharga Rp 100 juta, maka bila bersinergi biaya untuk membeli ATM akan dibagi empat untuk keempat bank Himbara, yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN.

Katakanlah beli sendiri Rp100 juta. Dengan sinergi dibagi empat, masing-masing Rp 25 juta, itu kan penghematan. Jadi bisa menghemat tiga per empat dari Rp 100 juta, yakni bisa hemat Rp75 juta. Demikian dikutip dari Sindonews, Sabtu (22/5/2021).

Untuk itu, bank-bank Himbara memutuskan untuk mengadakan kerja sama dengan PT Telkom sebagai penyedia teknologi untuk membentuk perusahaan prinsipal pembayaran nasional dalam pembentukan ekosistem dari National Payment Gateway.

Sinergi ini dapat meningkatkan efisiensi, terutama dari sisi investasi dan operasional, sehingga dapat membantu bank-bak BUMN dalam mengembangkan bisnisnya.

Bahkan tak cuma gratis untuk cek saldo dan tarik tunai untuk sesama bank BUMN, pada awal kehadiran ATM Link, Kementerian BUMN berencana merealisasikan transfer antar-bank bisa dilakukan tanpa biaya setelah ATM milik bank BUMN terhubung dalam ATM Link.

Kementerian BUMN saat itu meminta biaya transaksi antar-bank BUMN melalui ATM Link bisa menjadi Rp 0 seiring dengan sinergi di antara bank-bank pelat merah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini