Fenomena Bitcoin yang Anjlok 50%, Berikut Ini Fakta Menariknya

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 24 Mei 2021 07:24 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 23 320 2414368 fenomena-bitcoin-yang-anjlok-50-berikut-ini-fakta-menariknya-OJhj8yQUiR.jpg Bitcoin (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Harga Bitcoin tertekan aksi jual besar-besaran (sell-off) karena investor panik. Nilai kripto terpopuler itu sudah hilang lebih dari separuhnya dari posisi tertingginya di level USD65.000.

Kepanikan massal yang terjadi membuat harga bitcoin sempat mendekati level USD30.000 atau turun 53%. Hingga berita ini dinaikkan, harga bitcoin rebound dan berada di USD35.000 berdasarkan data Indodax.

Ada sejumlah fakta menarik dari anjloknya harga bitcoin ini. Berikut Okezone merangkumnya pada Senin (23/5/2021).

1. Tekanan Masih Belum Berakhir.

Analis Riset Trade The Chain, Nick Mancini mengatakan, harga bitcoin saat ini sudah turun 45% dari posisi puncak USD65.000 yang diraih pada April 2021. Dia memprediksi tekanan belum berakhir.Meski begitu, dia menyebut, tekanan sedikit berkurang karena level USD30.000 menjadi bantalan (support) yang kuat saat harga anjlok.

"Sentimen jangka pendek tampaknya harganya sudah di bawah, namun pergerakannya masih konsolidasi untuk penurunan lebih lanjut.

"Likuiditas bitcoin yang kuat di USD30.000 menahan saat penurunan, sehingga harganya sempat rebound dari USD30.000 menjadi hampir USD37.000 hanya dalam satu jam," kata Mancini.

Baca Juga: Tegas! Elon Musk Tidak Akan Dogecoin Sepeserpun

2. Ada Nama Elon Musk di Balik Anjloknya Bitcoin

Bitcoin (BTC) anjlok hingga 53% karena tertekan aksi jual besar-besaran (sell-off) karena investor panik. Nilai kripto terpopuler itu sudah hilang lebih dari separuhnya dari posisi tertingginya di level USD65.000.

Bitcoin dan cryptocurrency lainnya anjlok seiring munculnya katalis negatif, mulai dari CEO Tesla Elon Musk hingga peraturan baru pemerintah China. Sentimen tersebut diyakini telah menghantam aset yang menandai kemunculannya secara ekstrem.

3. Belajar Dulu Sebelum Investasi Kripto

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, investasi kripto di Indonesia kian menggeliat. Karena itu, edukasi kepada investor dan trader sangat penting diketahui karena aset crypto harus dipelajari.

Menurut Jerry, masing-masing instrumen dan perdagangan komoditas punya karakter masing-masing. Selain itu, cakupan crypto juga lebih luas karena worldwide dan realtime.

Faktor harga bisa dipengaruhi oleh berbagai hal yang sifatnya bisa berjangka panjang maupun pendek. Karena itu investor dan trader dituntut untuk selalu uptodate dan sigap dengan psikologi pasar.

“Jadi ketika memutuskan untuk terjun dalam perdagangan crypto juga harus memahami risiko di samping keuntungannya,” ucapnya.

4. Harga Kripto Anjlok, Miliarder Kehilangan Rp222 Triliun dalam 9 Hari

Terdapat 12 orang miliarder yang memupuk kekayaan dari dunia cryptocurrency. Tapi kini mereka telah kehilangan USD15,5 miliar atau setara Rp222,8 triliun (kurs Rp14.374 per USD) karena kekayaan bersih kolektif mereka turun dari USD62,3 miliar menjadi USD46,8 miliar.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini