IHSG Berpotensi Menguat ke 5.850 pada Awal Pekan Ini

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 24 Mei 2021 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 278 2414466 ihsg-berpotensi-menguat-ke-5-850-pada-awal-pekan-ini-cjrkzJBJkZ.jpg IHSG Diprediksi Menguat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan ini diprediksi menguat. IHSG berpotensi berada pada level 5.740-5.850.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi menilai, secara teknikal IHSG bergerak tertahan pada level resistance moving Average 5 hari di kisaran 5.800. Pergerakan saat ini cukup rendah mendekati level support Moving Average 200 dan berhasil memantul pada level pivot fibonacci dikisaran 5.740 sehingga peluang pergerakan rebound masih cukup berpotensi.

"Indikator Stochastic menjenuh pada area oversold dengan kondisi undervalue indikator MACD. Sehingga diperkirakan IHSG akan mengawali pekan dengan penguatan pada support resistance 5.740-5.850," ujar Lanjar dalam risetnya, Senin (24/5/2021).

Baca Juga: IHSG Sepekan Anjlok 2,78%, Kapitalisasi Pasar Turun Jadi Rp6.832 Triliun

IHSG sebelumnya ditutup turun 24.48 poin ke level 5773.12 dengan saham ASII (-2.4 persen), TLKM (-1.2 persen), CPIN (-3.1 persen) dan BRIS (-3.6 persen) menjadi penekan hingga akhir sesi perdagangan setelah sebelumnya menguat optimis.

Investor mengambil langkah aman pasca laporan Posisi dari Transaksi berjalan indonesia yang kembali defisit sebesar 1 Miliar dolar AS atau sebesar 0.4% dari PDB setelah triwulan sebelumnya mencatatkan surplus sebesar 900 Juta dolar AS atau sebesar 0.3 persen dari PDB. Pertumbuhan aktivitas import yang lebih tinggi dari ekspor menjadi faktor utama.

Baca Juga: 7 Fakta IHSG Anjlok 2,78% Selama Sepekan

Mayoritas indeks saham Asia ditutup menguat diakhir pekan kecuali indeks CSI300 (-1.01 persen) yang turun sepersen. Indeks Nikkei (+0.78 persen), TOPIX (+0.46 persen) dan HangSeng (+0.03 persen) dizona positif. China kembali mengulangi peringatan untuk menindak penambang cryptocurrency sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan risiko keuangan.

Bursa Eropa bergerak menguat kecuali FTSE (-0.02 persen) yang ditutup moderate. Indeks DAX (+0.44 persen) dan CAC40 (+0.68 persen) naik karena prospek pelonggaran lockdown dan data indeks kinerja sektor jasa mengisyaratkan pemulihan.

Sedangkan Indeks saham di Wallstreet bervariasi penguatan terjadi pada indeks DJI (+0.36 persen) dan pelemahan pada indeks S&P (-0.08 persen) dan NASDAQ (-0.48 persen) setelah investor terganggu pada perdagangan yang kembali bergejolak dalam aset berisiko tinggi seperti Mata uang Kripto ditengah kekhawatiran tentang prospek inflasi.

Bitcoin melanjutkan aksi jualnya pada hari Jumat setelah China mengulangi peringatan bahwa pihaknya bermaksud untuk menindak penambangan cryptocurrency sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan risiko keuangan.

Selanjutnya investor masih terfokus pada harga komoditas dan mata uang kripto yang belakangan ini menyita perhatian investor hingga aksi tunggu investor domestik pada hasil pertemuan gubernur bank Indonesia pada hari selasa.

Saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; AKRA, ANTM, ASII, BBNI, BBRI, BBTN, BMRI, IMJS, INCO, INDY, KLBF, TBIG.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini