JAKARTA - Kementerian keuangan (Kemenkeu) melaporkan tentang belanja masyarakat yang ditemukan indikasi pulihnya belanja di semua kelompok penghasilan masyarakat, dari rendah, menengah, hingga tinggi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pemulihan terjadi hampir di seluruh provinsi di Indonesia kecuali Bali dan Nusa Tenggara akibat masih lemahnya sektor Pariwisata.
"Sekali lagi begitu Covid-19, bisa terjaga maka kemudian kegiatan penjualan aktivitas masyarakat yang diterjemahkan dengan jual beli atau konsumsi masyarakat menunjukkan kenaikan. Pemulihan terjadi di lima subkelompok belanja, di mana yang paling kecil pertumbuhannya adalah sektor fashion," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (25/5/2021).
Baca Juga: Momen Lebaran, Ekonomi RI Bisa Tembus 8,3% pada Kuartal II 2021
Lanjutnya, makanan-minuman itu tinggi dengan kenaikan yang signifikan. Kemudian level restoran menunjukan kenaikan, medical kedua tertinggi. Namun yang perlu diperhatikan fashion itu sekarang sudah menembus angka di atas 100.
Baca Juga: Sri Mulyani Klaim Tingkat Kesembuhan RI Lebih Tinggi dari Dunia
"Jadi ini menggambarkan kenaikan yang cukup welcome termasuk household spending," katanya.
Dia menambahkan indeks penjualan ritel menunjukkan keberlanjutan pemulihan konsumsi masyarakat pada Maret dan April 2021, secara umum ditopang oleh peningkatan konsumsi pada seluruh kelompok, termasuk penjualan mobil ritel mencatatkan pertumbuhan yang sangat tinggi, sebesar 227,6% (yoy) dan 2,5% (mtm) yang mengindikasikan perbaikan tingkat konsumsi kelas menengah.
“Kita semuanya harus menjaga momentum dan pada saat yang sama tetap waspada terhadap resiko yang begitu sangat dinamis. Jadi setiap proyeksi ada catatannya. Setiap optimisme selalu ada kewaspadaannya," tandasnya.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.