IHSG Hari Ini Berpotensi Melemah pada Level 5.773-5.863

Aditya Pratama, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 07:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 278 2415998 ihsg-hari-ini-berpotensi-melemah-pada-level-5-773-5-863-csJKQMbWUk.jpg IHSG Melemah. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini diprediksi melemah. IHSG diprediksi berada pada level 5.773-5.863.

Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengatakan, secara teknikal IHSG break out resistance moving Average 5 hari seakan mengkonfirmasi pola tweezers bottom yang terbentuk dipekan lalu.

"Indikator stochastic golden-cross pada area oversold dengan MACD yang bergerak pada kondisi undervalue. Pergerakan IHSG berpotensi menguji bearish trendline, jangka menengah dikisaran support resistance 5.773-5.863," ujar Lanjar dalam risetnya, Kamis (27/5/2021).

Baca Juga: Bel Perdagangan, IHSG Naik 0,38% ke 5.785

IHSG sebelumnya ditutup menguat 52,21 poin atau 0,91% ke level 5.815,84 dengan saham ARTO (+9.6%), BMRI (+2.6%) dan TLKM (+1.2%) menjadi leader penguatan.

Investor menyambut optimis peningkatan proyeksi pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-2 tahun 2021 yang lebih dari 7% hingga 8% oleh pemerintah dan Bank Indonesia. Bank Indonesia menahan tingkat suku bunga dilevel 3.50% sebagai langkah menjaga inflasi yang masih di bawah 2% dan merefleksi kuatnya nilai tukar rupiah.

Baca Juga: IHSG Naik Hampir 1% Usai BI Tahan Suku Bunga di 3,5%

Sementara itu, Bursa Asia ditutup mayoritas menguat. Indeks Nikkei (+0.31%), TOPIX (+0.06%), HangSeng (+0.88%) dan CSI300 (+0.04%) naik mengiringi pertanyaan the fed yang melegakan investor terhadap dampak kenaikan inflasi yang cepat terhadap keputusan pelongaran kebijakan guna mendukung pemulihan ekonomi dari pandemi.

Bursa Eropa ditutup terkonsolidasi. Indeks FTSE (-0.17%), DAX (-0.05%) dan CAC40 (+0.12%) bergerak moderate meskipun indeks Asia dan bursa berjangka AS naik. Saham-saham perbankan menjadi pemberat di bursa Eropa ditengah kekhawatiran tentang pajak baru dan saham-saham pertambangan yang juga turun setelah China meningkatkan upayanya untuk mengekang harga komoditas. Selanjutnya investor akan terfokus pada data klaim pengangguran awal, Produk Domestik Bruto dan penjualan rumah di AS.

Adapun saham-saham yang dapat dicermati secara teknikal diantaranya; BBRI, BBNI, BBTN, BMRI, BSDE, ASRI, CTRA, ADRO, PTBA, PGAS, TLKM, JSMR, WIKA, ADHI, WSKT.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini