Pasar Modal Segera Jadi The Mother of Financial Industry

Aditya Pratama, Jurnalis · Jum'at 28 Mei 2021 15:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 278 2416800 pasar-modal-segera-jadi-the-mother-of-financial-industry-Ik2GvqrB2p.jpg Pasar Modal Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pasar modal menjadi salah satu sektor yang mampu tumbuh di tengah tekanan besar akibat virus corona. Bahkan pandemi Covid-19 memiliki dampak jauh lebih besar dibanding saat krisis moneter.

Kepala Kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Barat, Taufan Febiola mengatakan, industri pasar modal di tengah pandemi Covid-19 telah tumbuh signifikan.

"Dan trennya sedang berjalan mengarah bahwa pasar modal pelan tapi pasti akan menjadi the mother of financial industry," ujar Taufan dalam acara "Bincang Pasar Modal" secara virtual, Jumat (28/5/2021).

Baca Juga: Pelaku UMKM Bisa Cari Pendanaan di BEI, Ini Manfaatnya

Dia mencontohkan pertumbuhan sektor pasar modal Indonesia dari sisi demand yang sangat pesat khususnya di Provinsi Kalimantan Barat, dimana perkembangan investor yang bertransaksi di pasar modal kita di provinsi tersebut tumbuh begitu pesat.

"Bahkan di tahun lalu terjadi penumbuhan investor baru yang memiliki sub rekening efek dari 2019 hanya tumbuh 7.000 investor baru, lalu di 2020 tumbuh menjadi 31.507 investor baru. Januari-April 2021 sudah tumbuh 17.000 investor baru," kata dia.

Baca Juga: Morgan Stanley Tutup Bisnis Jual Beli Saham di Indonesia

Menurutnya, saat ini masyarakat Indonesia sedang berbondong-bondong dari Sabang sampai Merauke beralih dari saving society menjadi investing society. "Ini gerakan bersama yang nanti akan mempercepat pertumbuhan ekonomi kita naik menjadi tujuh persen," ucapnya.

Taufan juga menjelaskan, pertumbuhan Single Investor Identity (SID) beberapa tahun terakhir meningkat drastis. Tidak hanya itu, nilai transaksi yang dilakukan oleh masyarakat Kalimantan Barat melalui produk di pasar modal salah satunya produk utama saham, dimana nilai transaksinya di 2019 sebesar Rp7,3 triliun, kemudian di 2020 naik menjadi Rp25,78 triliun.

"Artinya, dari masyarakat Kalimantan Barat saja mampu memberikan pendanaan sedemikian besar, belum lagi dari provinsi lain dan negara lain yang tentu dananya jauh lebih unlimited.

Dari Januari-April 2021, transaksi sudah tembus Rp22 triliun, Kalbar saja yang konon katanya Kalbar small but beautiful, bagaimana provinsi yang jauh lebih besar," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini