IPO, Perusahaan Tambang Emas Cari Cuan di BEI

Aditya Pratama, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 13:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 278 2417916 ipo-perusahaan-tambang-emas-cari-cuan-di-bei-T2sd8jfZVG.jpg BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Archi Indonesia Tbk yang merupakan perusahaan tambang pure-play1 emas (pure-play gold producer) terbesar di Indonesia, berencana untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Adapun skema yang akan dilakukan melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offeringc(IPO) pada 28 Juni mendatang.

Sehubungan dengan aksi korporasi ini, Archi akan menggunakan laporan keuangan konsolidasi audit yang berakhir pada 31 Desember 2020, dan telah menunjuk PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, serta PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek dari IPO ini.

Wakil Direktur Utama Archi, Rudy Suhendra mengatakan, rencananya, Archi akan melepas sebanyak-banyaknya 4.967.500.000 4,96 miliar lembar saham biasa atas nama, dengan nilai nominal Rp10 setiap saham, yang mewakili sebanyak-banyaknya 20,00 persen dari modal ditempatkan dan disetor. Adapun kisaran harga IPO di Rp750-800 per lembar.

Baca Juga: Punya Saham Ini, Investor Untung Besar di Tengah Covid-19

“Dengan mencatatkan saham perusahaan kami di BEI, Archi bermaksud untuk mempercepat rencana pertumbuhan kinerja perusahaan, dan lebih meningkatkan praktik tata kelola perusahaan yang baik dengan adanya pengawasan secara langsung dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI sebagai regulator, serta masyarakat secara umum," ujar Rudy dalam video conference, Senin (31/5/2021).

Rudy juga mengajak masyarakat untuk berinvestasi di saham Archi karena Archi merupakan salah satu saham yang tercatat di BEI yang memiliki exposure penuh terhadap bisnis pertambangan emas, dimana emas merupakan komoditas dengan nilai yang stabil dan sangat menarik bagi investor.

Baca Juga: Simak! Keuntungan Klub Sepak Bola Indonesia Masuk Pasar Modal

“Emas sering dianggap sebagai salah satu komoditas teraman, dengan nilai investasi yang terpercaya serta sustained dari waktu ke waktu," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Keuangan atau Chief Financial Officer (CFO) Archi Indonesia, Adam Jaya Putra menuturkan, sekitar 90 persen dari dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan oleh Perseroan dan/atau Entitas Anak, untuk pembayaran sebagian pokok utang bank.

"Sedangkan sisa dana yang diperoleh akan digunakan Perseroan serta Entitas Anak untuk pembiayaan kegiatan operasional dan modal kerja," ucap Adam.

Archi memiliki lokasi tambang di provinsi Sulawesi Utara, mulai beroperasi sejak 2011 dan telah memproduksi total 1.9 juta ons (setara dengan 58 ton) emas hingga 2020 dan memiliki Cadangan Bijih emas sebanyak 3,9 juta ons (setara dengan 121 ton) per akhir Desember 2020.

Archi dikenal dengan Tambang Emas Toka Tindung merupakan salah satu perusahaan tambang emas terbesar di Indonesia yang terdiri dari dua Kontrak Karya yang dimiliki oleh Entitas Anak Archi, yaitu PT Meares Soputan Mining (“PT MSM”) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (“PT TTN”). Kedua Kontrak Karya ini berlaku hingga tahun 2041, dan bisa mendapatkan dua kali perpanjangan, masing-masing untuk jangka waktu maksimum 10 tahun. Tambang Emas Toka Tindung merupakan salah satu tambang emas yang memiliki tingkat Cadangan Bijih emas tertinggi serta Umur Tambang (Life-of-Mine – LOM) terpanjang di kawasan Asia Tenggara menurut konsultan industri pertambangan CRU International Limited (CRU).

Dengan pertumbuhan volume produksi yang stabil sejak tahun 2011, Archi telah berhasil memproduksi lebih dari 200 (dua ratus) kilo ons (setara dengan 6.2 ton) emas per tahunnya sejak tahun 2016, dan mencatatkan rekor produksi tertinggi mencapai 270 kilo ons (setara dengan 8,4 ton) emas. Hingga akhir tahun 2020, Archi baru mengeksplorasi dan menambang emas sekitar 10 persen dari total keseluruhan area konsesinya yang memiliki luas sekitar 40.000 hektar, karena itu Archi masih memiliki potensi penambahan Cadangan Bijih emas secara signifikan.

Berikut jajaran pengurus Archi Indonesia

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Rizki Indra Kusuma

Komisaris : Abed Nego

Komisaris : Ali Abbas Badre Alam

Komisaris Independen : Bambang Setiawan

Komisaris Independen : Hamid Awaluddin

 Direksi

Direktur Utama : Kenneth Ronald Kennedy Crichton

Wakil Direktur Utama : Rudy Suhendra

Direktur : Shawn David Crispin

Direktur : Adam Jaya Putra

Direktur : Christian Emanuel David Sompie

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini