Penyaluran Kredit Amar Bank Rp1,76 Triliun di Kuartal I-2021

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 278 2418178 penyaluran-kredit-amar-bank-rp1-76-triliun-di-kuartal-i-2021-jfTWy5QU3t.jpg Kredit Bank Amar. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - PT Bank Amar Indonesia Tbk mencatatkan kinerja kredit tumbuh 2,85% dari posisi akhir tahun 2020. Ini berarti dari Rp1,72 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp1,76 triliun pada kuartal pertama 2021.

Presiden Direktur Amar Bank Vishal Tulsian mengatakan, Amar Bank terus mendukung masyarakat dan UMKM yang membutuhkan pinjaman.

"Namun penyaluran kredit dengan tetap memperhatikan kualitas dari calon debitur," ujar Vishal di Jakarta (31/5/2021).

Baca Juga: IPO Awal Juni, Pengembang Ini Incar Dana Rp150 miliar

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) juga terlihat pertumbuhan yang konsisten, yaitu dari Rp 2,9 triliun pada akhir tahun 2020 menjadi Rp 3,3 triliun sehingga likuiditas bank tergolong baik dengan Liquidity Coverage Ratio (LCR) pada kuartal I 2021 tercatat sebesar 1.681,39%.

Dengan kondisi likuiditas tersebut dan CAR yang relatif tinggi sebesar 37,63%, perseroan memiliki ruang yang lebih besar untuk menyalurkan kredit tentunya dengan tetap mengedepankan asas kehati-hatian. Bank juga melihat adanya sentimen positif dari kalangan pengusaha untuk meningkatkan kinerja bisnis yang tertunda dan konsumsi masyarakat yang perlahan turut meningkat.

Baca Juga: MotionBanking MNC Bank Sudah Bisa On Boarding Nabasah Secara Online

Sementara dari sisi profitabilitas, kinerja kredit yang baik mendorong pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp82 Miliar atau meningkat 37,39% dibanding dengan periode Kuartal IV 2020 yang tercatat sebesar Rp 60 Miliar.

"Penyaluran kredit Bank meningkat sejak akhir tahun 2020 sehingga mendorong pertumbuhan pendapatan bunga. Selain itu, biaya dana (cost of fund) juga ikut turun sehingga berkontribusi terhadap profitabilitas," lanjutnya.

Namun demikian, pertumbuhan ini tidak membuat Bank kehilangan kewaspadaan terhadap kondisi perekonomian ke depannya. Walaupun vaksin sudah mulai didistribusikan, perekonomian masih secara perlahan menunjukan perputaran balik yang positif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini