Share

5 Ritel Raksasa Tumbang akibat Covid-19, Ada yang Tutup Selamanya

Hafid Fuad, Jurnalis · Selasa 01 Juni 2021 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 320 2418371 5-ritel-raksasa-tumbang-akibat-covid-19-ada-yang-tutup-selamanya-QoQOfaZC8e.png Giant Ditutup (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 telah menjadi disrupsi yang menghantam banyak pelaku bisnis. Sehingga muncul fenomena yang disebut keruntuhan dari asset-heavy company. Asset heavy berarti perusahaan tersebut selama ini mengumpulkan aset fisik dan memiliki over head cost yang tinggi.

Hal ini pun sudah terbukti pada beberapa perusahaan ritel besar di Indonesia. Hingga akhirnya mereka terpaksa mengumumkan kerugian hingga mengaku tidak lagi bisa bertahan. Salah satu yang terbaru adalah PT Hero Supermarket Tbk (HERO) yang menutup seluruh gerai unit bisnisnya, Giant.

Bisnis ritel modern seperti Giant harus bayar sewa gedung ataupun bila punya sendiri membutuhkan pinjaman bank yang juga berat. Sementara sisi demand masyarakat tidak ada karena aktivitas masyarakat terbatas.

"Jadi ini akan menimpa bisnis yang masuk kategori asset-heavy company yang mengandalkan gedung, pabrik, dan SDM banyak. Model bisnis tradisional dengan over head cost berat. Biaya gedung sekarang makin berat. Bahkan termasuk gedung sekolah," terang pengamat bisnis Yuswohady beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Dampak Giant Tutup, 3.000 Buruh Terancam PHK hingga Ribuan UMKM Bakal Gulung Tikar 

Sebagai informasi, PT Hero Supermarket Tbk memutuskan untuk menutup seluruh gerai Giant di Indonesia di akhir Juli 2021. Perusahaan akan fokus mengembangkan merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket, karena dinilai memiliki potensi pertumbuhan lebih tinggi dibandingkan Giant.

Ternyata tidak hanya Giant. Beberapa ritel modern lain juga terguncang dan sempat mengalami penutupan di masa pandemi ini.

Dari rangkuman Tim Litbang MNC Portal Indonesia beberapa di antara bisnis ritel yang sedang mengalami kondisi berat adalah sebagai berikut:

1. Gramedia

Manajemen PT Gramedia Asri Media, pemilik toko buku Gramedia memutuskan tak memperpanjang masa sewa di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat pada Oktober 2020.

2. Golden Truly

Pusat perbelanjaan Golden Truly menutup operasionalnya pada 1 Desember 2020. Manajemen mengubah model bisnisnya menjadi serba daring (online).

3. Centro

Centro Departemen Store yang merupakan gerai ritel fashion ini melakukan penutupan yang dimulai di Plaza Ambarukmo Yogyakarta. Penutupan ini dilakukan pada Maret 2021.

4. Matahari

Pada April 2021, manajemen perusahaan ritel PT Matahari Department Store Tbk berencana menutup 13 gerai pada tahun ini.

5. Giant

Penutupan ritel terbaru dan masih menyita perhatian masyarakat saat ini yaitu supermarket Giant. Perusahaan ritel PT Hero Supermarket Tbk memutuskan untuk menutup seluruh gerai Giant per akhir Juli 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini