Malaysia Lockdown Total, Apa Dampaknya ke Ekonomi RI?

Shelma Rachmahyanti, Jurnalis · Selasa 01 Juni 2021 14:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 01 320 2418461 malaysia-lockdown-total-apa-dampaknya-ke-ekonomi-ri-QqwKUEY8mF.jfif Virus Corona (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTAMalaysia memutuskan melakukan lockdown total untuk mengatasi kasus Covid-19 yang kian meningkat. Diketahui, lockdown total dilakukan mulai 1 Juni hingga 14 Juni mendatang.

Sebagai informasi, penguncian total tersebut dilakukan untuk semua sektor sosial dan ekonomi. Pemerintah Malaysia hanya mengizinkan 17 sektor layanan penting untuk beroperasi, serta menutup semua mal.

Baca Juga: Sri Mulyani Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 saat Libur Anak Sekolah

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, lockdown yang dilakukan oleh pemerintah Malaysia memang ditujukan untuk menahan terus meningkatnya kasus Covid-19. Serta, mencegah terjadinya gelombang kedua Covid-19 di negara tersebut.

Baca Juga: Erick Thohir Pede Vaksinasi Geber Pertumbuhan Ekonomi hingga 6%

“Disebut lockdown total, mal ditutup, tapi perusahaan masih boleh berproduksi dengan pembatasan ketat. Masyarakat juga masih boleh belanja, tapi memang mobilitas sangat dibatasi. Selain itu, lockdown juga hanya selama periode waktu yang relatif singkat,” katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (1/6/2021).

Lanjut dia, dengan asumsi lockdown yang dilakukan akan efektif, hal tersebut tidak akan memberikan dampak yang besar bagi perekonomian Malaysia. Bahkan, kata Piter, ekonomi Malaysia tahun ini diperkirakan tetap bisa tumbuh positif walaupun tidak besar.

Sementara itu, Piter menjelaskan, lockdown total yang dilakukan Malaysia berdampak sangat terbatas ke perekonomian Indonesia.

“Saya kira sangat terbatas. Hubungan ekonomi Indonesia – Malaysia tidak cukup besar. Malaysia pun bukan tujuan ekspor utama kita,” jelas Ekonom CORE tersebut.



1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini