Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bahas EBT, Erick Thohir: Kita Ini Bukan Jual Aset Bangsa

Suparjo Ramalan , Jurnalis-Kamis, 03 Juni 2021 |16:42 WIB
Bahas EBT, Erick Thohir: Kita Ini Bukan Jual Aset Bangsa
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone/BUMN)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mendorong PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero) untuk segera beralih ke energi baru terbarukan atau EBT. Komitmen tersebut ditunjukkan dengan adanya langka sinergitas antara kedua perseroan.

Kemudian kata dia, nantinya PLN dan Pertamina akan dibagi wilayah kerjanya antara produsen listrik dan perdagangan minyak dan gas (Migas). Sedangkan sektor yang paling awal dibidik untuk produksi listrik dengan energi terbarukan melalui tenaga panas bumi atau geothermal.

“Yang namanya geothermal ketika kita sinergikan itu akan lebih efisien, apalagi kita akan menggunakan EBT,” ujar Erick saat menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR Kamis (3/6/2021).

Baca Juga: Laba Bersih BUMN Anjlok 77%, Erick Thohir: Revenue dari Rp1.600 Triliun Jadi Rp1.200 Triliun

Menurut dia, upaya peralihan menggunakan energi ramah lingkungan akan dilakukan secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang.

Langkah tersebut dilakukan dengan mencari sumur-sumur baru di wilayah lain yang diyakini menyimpan cadangan migas yang cukup banyak. Upaya seperti ini juga dilakukan oleh negara-negara maju lainnya.

Baca Juga: Garuda Indonesia Dibangkrutkan, Pak Erick Thohir Setuju?

“Kita ini bukan menjual aset bangsa, tapi justru mensinergikan aset bangsa supaya lebih kuat,” kata dia.

Sebelumnya, Erick menyebut peralihan energi fosil ke EBT diperkirakan sedikit terhambat lantaran ketergantungan pemerintah terhadap devisa dari sawit dan batubara sangat tinggi.

“Ini yang sedang kita bangun dan ingat ada pemasukan yang Indonesia perlukan saat ini salah satunya dari alam kita. Sekarang pemasukan Indonesia mencari dolar memang dalam kondisi yang seperti ini (pandemi Covid-19) adalah melalui sawit dan batubara,” kata dia.

Kondisi tersebut sangat memprihatinkan. Sebab, sebagian besar negara di Eropa menganggap produk sawit merupakan produk tak ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan produk sawit.

Pemerintah, kata Erick tengah melakukan negosiasi agar sawit dapat kembali diterima di Eropa. Sedangkan penggunaan batu bara untuk pembangkit listrik akan dikurangi kapasitasnya secara bertahap dan beralih ke hydro power dan solar panel.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement