Share

El Salvador, Negara Pertama yang Izinkan Bitcoin Jadi Alat Pembayaran Sah

Aditya Pratama, iNews · Minggu 06 Juni 2021 17:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 06 320 2420973 el-salvador-negara-pertama-yang-izinkan-bitcoin-jadi-alat-pembayaran-sah-ar0SkV5fr1.jpg Bitcoin (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - El Salvador bakal membuat regulasi yang akan menjadikannya sebagai negara berdaulat pertama di dunia yang melegalkan mata uang kripto Bitcoin sebagai alat pembayaran sah, selain dolar Amerika Serikat (AS).

Dalam siaran video konferensi Bitcoin 2021 di Miami, yang disebut sebagai acara Bitcoin terbesar dalam sejarah, Presiden El Salvador Nayib Bukele mengumumkan kerja sama El Salvador dengan perusahaan dompet digital, Strike untuk membangun infrastruktur keuangan modern negara itu menggunakan teknologi Bitcoin.

"Minggu depan saya akan mengirim rancangan undang-undang (RUU) yang akan membuat Bitcoin menjadi alat pembayaran yang sah ke Kongres," kata dia, dikutip dari CNBC, Minggu (6/6/2021).

Sementara pendiri platform pembayaran Lightning Network Strike Jack Mallers mengatakan, ini akan menjadi hal besar di dunia.

Baca Juga: Milenial Jadikan Kripto Investasi, Begini Sikap Beragam Negara

"Apa yang transformatif di sini adalah bahwa Bitcoin merupakan aset cadangan terbesar yang pernah dibuat dan jaringan moneter yang unggul. Memegang Bitcoin menyediakan cara untuk melindungi negara berkembang dari potensi guncangan inflasi mata uang fiat," tutur Mallers.

Lebih lanjut dia mengatakan, langkah itu akan menjadi kekuatan dan potensi Bitcoin untuk digunakan sehari-hari pada jaringan terbuka yang menguntungkan individu, bisnis, dan layanan sektor publik.

Baca Juga: Wamendag: Aset Kripto Bukan Mata Uang!

El Salvador menjadi salah satu negara yang mayoritas masyarakatnya menggunakan uang tunai, di mana sekitar 70 persen warganya tidak memiliki rekening bank atau kartu kredit. Remitansi menjadi penyumbang lebih dari 20 persen produk domestik bruto (PDB) negara.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut Bersama Lifebuoy dan MNC Peduli Tengah Berlangsung!

Bitcoin tidak didasarkan aset, juga tidak mendapat dukungan penuh dari pemerintah negara-negara di dunia. Nilainya didasarkan pada kelangkaan secara digital, yakni hanya ada 21 juta Bitcoin yang beredar di dunia. Sementara soal penerapan rencana tersebut, El Salvador telah membentuk tim untuk mengembangkan ekosistem keuangan baru dengan Bitcoin sebagai dasarnya. Partai Bukele, New Ideas memegang kendali di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sehingga RUU ini kemungkinan besar akan disetujui.

"Itu adalah keniscayaan, tetapi di sini (El Salvador) adalah negara pertama di jalur yang membuat Bitcoin menjadi legal," kata CEO Blockstream Adam Back.

Dia berencana menyumbangkan teknologi, seperti Liquid dan infrstruktur satelit untuk menjadikan El Salvador sebagai model pertama yang menerapkan Bitcoin di dunia.

"Kami senang membantu El Salvador dalam perjalanannya menuju adopsi Standar Bitcoin," ujarnya.

Ini sebenarnya bukan langkah pertama El Salvador untuk melegalkan Bitcoin. Pada Maret lalu, Strike meluncurkan aplikasi pembayaran seluler di negara itu dan dengan cepat aplikasi tersebut menjadi aplikasi nomor satu yang paling banyak diunduh.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini