Ahok Hapus Fasilitas Kartu Kredit Direksi-Komisaris Pertamina Mulai Hari Ini

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 20:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 320 2425710 ahok-hapus-fasilitas-kartu-kredit-direksi-komisaris-pertamina-mulai-hari-ini-89oqe8T5Bt.jpg Pertamina Hentikan Fasilitas Kartu Kredit Direksi dan Komisaris. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) meniadakan fasilitas kartu kredit bagi petinggi perseroan. Peniadaan kartu kredit berlaku bagi dewan direksi, komisaris, senior vice president, hingga pejabat level manajer perusahaan.

Aturan baru itu sudah dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) bersama dengan Kementerian BUMN dan mulai berlaku per hari ini.

Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut, pemberlakuan peniadaan fasilitas kartu kredit berlaku bagi pejabat perusahaan Induk dan anak usaha.

Baca Juga: Pertamina Cetak Laba Bersih Rp15 Triliun

"Iya benar, sudah berlaku mulai hari ini (Selasa)," ujar Ahok saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Selasa (15/6/2021).

Bahkan, manajemen pun menyepakati adanya laporan pengeluaran akomodasi. Misalnya, biaya sewa hotel, tiket pesawat, jamuan tamu, hingga akomodasi lain harus menggunakan nama perusahaan, bila hal itu dipesan oleh petinggi Pertamina untuk kepentingan perusahaan.

Baca Juga: Pertamina Setor Rp126,7 Triliun ke Negara

Dalam RUPS Tahun Buku 2020, perseroan juga mencatat kinerja keuangan yang positif dengan mencetak laba bersih konsolidasian (Audited) sebesar USD 1,05 miliar atau sekitar Rp15,3 triliun. (Asumsi nilai tukar Rupiah selama tahun 2020 Rp14.572).

Pjs Senior Vice President Corporate Communication & Investor Relations Pertamina, Fajriyah Usman menyebut, meski sepanjang 2020 seluruh sektor ekonomi global dan industri minyak dunia terdampak akibat pandemi Covid-19, dibarengi dengan menurunnya kebutuhan energi dan anjloknya harga minyak dunia, Pertamina masih membukukan pendapatan yang baik.

Kinerja keuangan positif tersebut juga ditunjukkan dengan EBITDA sebesar USD 7,6 miliar dengan EBITDA Margin 18,3%. Hal ini menunjukkan kondisi keuangan Pertamina aman dan mampu bertahan di tengah krisis ekonomi global.

Kinerja 2020 Pertamina tersebut telah mendapatkan persetujuan pemegang saham yang disampaikan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Selasa 14 Juni 2021.

"Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, Pertamina melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kinerja, sesuai dengan arahan Menteri BUMN, yaitu melakukan transformasi, optimasi, efisiensi, dan akuntabilitas secara konsisten di seluruh lini perusahaan sehingga pendapatan konsolidasian di akhir 2020 dapat mencapai USD 41,47 Miliar," ujar Fajriyah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini