Sementara cash flow PTK tercatat dalam batas aman, EBITDA tahun 2020 (Audited) tercapai sebesar Rp823,54 miliar atau 112,28% dari target RKAP tahun 2020 (Revisi) dan meningkat 129,88% dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp634,08 miliar.
Untuk ekuitas meningkat 110,14% di tahun 2020 menjadi Rp2,579 triliun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp2,342 triliun. Peningkatan juga terjadi pada total liabilitas yaitu meningkat 142,88% di tahun 2020 menjadi Rp3,417 triliun dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp2,391 triliun.
Total aset meningkat 126,68% menjadi Rp5,996 triliun di tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019 sebesar Rp4,734 triliun, serta tingkat rasio kesehatan perusahaan mencapai skor 90 (kategori sehat AA).
“Hal ini menggambarkan kondisi keuangan PTK aman dan mampu bertahan dan tumbuh di tengah kondisi pandemi saat ini,” ungkap Direktur Utama PTK Nepos MT Pakpahan.
“Kinerja keuangan positif yang diraih Pertamina Trans Kontinental pada tahun 2020 akan menjadi acuan bagi jajaran Direksi dan seluruh pekerja PTK, baik di Kantor Pusat maupun di Anak Perusahaan dan Joint Venture dalam menetapkan dan menjalankan program kerja di Tahun 2021,” tambah Nepos.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.