Usai Larangan Dicabut, Boeing Uji Terbang Perdana 737 Max 10

Hafid Fuad, Jurnalis · Minggu 20 Juni 2021 12:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 20 320 2427969 usai-larangan-dicabut-boeing-uji-terbang-perdana-737-max-10-QZc1oz6DkW.jpg Boeing (Foto: Reuters)

JAKARTA- Pesawat Boeing 737 Max 10, model terbesar untuk tipe pesawat berbadan sempit sukses melakukan penerbangan perdananya pada hari Jumat 18 Juni 2021. Penerbangan ini menjadi langkah maju Boeing untuk bebas dari larangan terbang untuk pesawat berbadan kecil.

Pesawat tersebut terbang kurang lebih selama 2,5 jam di negara bagian Washington, sebelum kembali ke bandara Renton Municipal di dekat Seattle.

Penerbangan pertama ini dilakukan setelah berbulan-bulan melakukan pengujian dan pemeriksaan untuk sertifikasi keselamatan. Pesawat ini ditargetkan akan mulai melayani pada tahun 2023.

Baca Juga: Boeing 737 Max Kembali Terbang Usai 20 Bulan Dilarang Mengudara 

Dalam penerbangannya yang tidak biasa ini, Boeing mencoba untuk mengendalikan situasi krisis yang kompleks. Khususnya sebagai dampak dari 20 bulan larangan terbang akibat dua kecelakaan dan pandemi covid-19 yang terjadi.

Pesawat Boeing ini memiliki 230 bangku dan dirancang untuk menggantikan model 178-220 kursi pada model 737-9, dan Airbus 185-240 kursi pada A321neo, yang mendominasi kompetisi pasar pesawat berbadan sempit. Harganya bernilai sekitar USD3,5 triliun selama 20 tahun terakhir.

Namun, peluang pasar untuk 737 Max 10 dibatasi oleh daya jelajahnya sekitar 3.300 mil laut (6.100 km), yang berselisih tipis milik A321neo sekitar 4.000 mil laut.

Tantangan Boeing adalah harus menyelesaikan sertifikasi keselamatan di bawah rezim peraturan yang lebih ketat. Khususnya setelah dua tabrakan fatal dari versi Max 737 yang lebih kecil. Kecelakaan tersebut menutup peluang model tersebut selama hampir dua tahun. Bahkan larangan keselamatan masih berlaku di China.

Pihak Boeing telah melakukan perubahan pada desain dan pelatihan pada tipe Max. Diharapkan bisa kembali beroperasi di AS pada bulan Desember.

CEO Pesawat Komersial Boeing Stan Deal mengatakan bahwa pihaknya memproduksi sekitar 16 unit pesawat 737 max per bulannya di pabrik Renton.

Boeing juga sedang menggarap perangkat tambahan keselamatan untuk tipe 737 Max 10. Termasuk untuk sistem indikasi data udara dan menambahkan indikasi ketiga kokpit yang diminta oleh regulator di Eropa. Sebuah parameter diperlukan untuk menghindari risiko penundaan atau kehilangan daya.

Sementara Deal memberikan komentarnya kepada media "Kita akan meluangkan waktu khusus untuk menyelesaikan sertifikasi ini," kata Deal.

Sedangkan tipe MAX 8 yang lebih kecil menjadi produk terlaris Boeing, karena sulit menjual tipe 9 dan 10 model Max membuat Boeing di posisi yang kurang menguntungkan untuk tipe A321neo.

Boeing telah melupakan rencananya untuk mengembangkan desain 737 Max 10. Tetapi mereka mempertimbangkan inovasi yang lebih berani untuk mengganti lorong tunggal di 757, yang beda tipis dengan generasi terbaru model max.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini