Untuk memuluskan rencana itu, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp100 miliar yang bersumber dari kas internal dan pinjaman bank. Hingga akhir Maret 2021, perseroan telah menyerap capex sebesar Rp48,58 miliar.
“Oleh karena itu, seiring dengan rencana dan strategi tersebut, pada tahun 2021 apabila kondisi perekonomian membaik, kami menargetkan pertumbuhan penjualan sekitar 10-15%,” ungkapnya.
Di sisi lain, Buyung Poetra Sembada juga turut aktif dalam upaya mendukung Pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dengan memanfaatkan limbah kulit padi (sekam) yang digunakan sebagai bahan untuk pembangkit listrik. Sejauh ini, emiten produsen beras bermerk Topi Koki dan HOKI sudah selesai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sekam di Sumatera Selatan pada tahun 2020 dan telah beroperasi.
Hal ini sebagai wujud komitmen dalam terus menjaga prinsip lingkungan keberlanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG). Atas aksi tersebut, perseroan memperoleh sertifikasi keberlanjutan tahun pertama yang diakui secara internasional dari The Planet Mark, Inggris.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.