Share

Menko Luhut Sebut Kasus Korupsi Bisa Ditekan dengan Dukungan Teknologi

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 21:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 320 2430538 menko-luhut-sebut-kasus-korupsi-bisa-ditekan-dengan-dukungan-teknologi-n56DlUbqaB.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menyebut teknologi yang canggih bisa dimanfaatkan untuk menekan kasus korupsi di Indonesia. Dengan meningkatnya teknologi, Luhut menilai pejabat akan sulit jika ingin melakukan korupsi sebab mudah terdeteksi. Hal itu terbukti dari ungkapan para Bupati di Bali saat dikunjungi Luhut tiga hari lalu.

Baca Juga: Menko Luhut: Utang RI Masih 40% dari PDB, Lebih Rendah Dibandingkan Negara Lain

“Kemarin saya bicara sama teman-teman Bupati yang undang saya di Bali tiga hari lalu. Mereka bilang ke saya, kalau mereka mau nakal tidak akan mungkin, karena itu susah. Sudah pasti ketangkap hari itu juga atau lusa,” ujarnya dalam webinar dengan MNC group, Kamis (24/6/2021).

Luhut mengatakan, Indonesia saat ini sudah transparan. Artinya kasus korupsi sudah tidak seperti 10 atau 15 tahun lalu yang dimana banyak kasus korupsi yang lama terungkap.

Baca Juga: Menko Luhut: Indonesia-AS Kerjasama Capai Nol Emisi Karbon

“Saya bilang bilang sama World Bank. Kalian jangan lihat Indonesia 10 atau 15 tahun yang lalu. Indonesia itu seperti aquarium, transparan,” jelas dia.

Ia menegaskan, Indonesia sudah memiliki sistem yang bagus, sehingga jika masyarakat masih menilai di Indonesia tingkat korupsinya masih tinggi itu keliru. Sebab tanpa disadari dengan sistem IT yang dibangun dengan 5G, hampir tidak mungkin kasus korupsi meningkat lagi.

“Jadi negara ini kedepannya akan semakin maju dengan perkembangan digital ini, orang akan susah melakukan korupsi karena akan mudah ketahuan,”ucapnya.

Ia mencontohkan, seperti pemilihan Bupati yang masih harus nyogok rakyat sana-sini, returnnya mau pakai apa. Oleh karena itu sekarang ini oknum yang bertindak sewenang-wenang banyak yang tertangkap.

“Makanya banyak yang ketangkap sekarang. Kedepan Indonesia akan lebih terbuka. Tanpa kita sadari dengan semua digitalisasi yang ada, 5 tahun kedepan Indonesia akan lebih baik dari sekarang,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini