Menko Luhut: Utang RI Masih 40% dari PDB, Lebih Rendah Dibandingkan Negara Lain

Advenia Elisabeth, Jurnalis · Kamis 24 Juni 2021 20:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 24 320 2430512 menko-luhut-utang-ri-masih-40-dari-pdb-lebih-rendah-dibandingkan-negara-lain-yN8yBJANMS.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kondisi utang Indonesia masih dalam rasio batas yang aman. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan saat ini rasio utang Indonesia sebesar 40% dari produk domestik bruto (PDB).

"Utang Indonesia masih sebesar 40 % dari PDB kita. Jadi kalau dibandingkan dengan yang lain lain kita jauh masih lebih rendah," kata Luhut dalam webinar dengan MNC group, Kamis (24/6/2021).

Baca Juga:  RI Kantongi Utang Rp24,6 Triliun dari Bank Dunia, Bisa untuk Apa?

Dia menjelaskan, pademi Covid-19 membuat negara - negara di dunia naik utangnya. Tidak ada satupun negara di dunia ini yang utangnya tidak membengkak.

"Memang naik gara - gara Covid-19, tapi siapa di dunia ini yang utang tidak naik utangnya karena Covid-19 ini. Amerika Serikat sudah mencetak beberapa triliun dollar. Kita baru beberapa puluh miliar dollar untuk ini adalah," ujarnya.

Baca Juga:  6 Fakta Menarik Utang Luar Negeri Indonesia Dekati Rp6.000 Triliun

Luhut menilai bahwa banyak kalangan yang melihat utang pemerintah saat ini dari satu angel saja. Mereka, kata Luhut, tidak melihat dari sisi yang lainnya.

"Jadi saya lihat kadang - kadang di masyarakat kita yang menamakan di ahli - ahli kadang kadang ngomong dari satu angle saja, tidak melihat dari angle lainnya," terangnya.

Seperti diketahui, di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemerintah terus menggenjot pembangunan infrastruktur. Dengan banyaknya pembangunan infrastruktur maka perkembangan ekonomi akan semakin meningkat.

"Infrastruktur memang return sangat lambat. Seperti Jagorawi yang baru terlihat ke ekonomiannya setelah 15 tahun. Tapi yang penting kita menciptakan simpul ekonomi baru, trans Sumatera paling tidak butuh 10 hingga 15 tahun keekonomiannya baru bisa terjadi," katanya.

Dia menambahkan, membangun infrastruktur dengan utang itu tidak masalah asal dikelola dengan baik. Sebab, jika membangun infrastruktur dengan duit negara akan membutuhkan waktu yang sangat lama baru bisa terealisasi.

"Kalau utang itu dikelola dengan baik maka tidak akan jadi masalah. Sebab kalau memakai duit sendiri tidak akan jadi-jadi. Bisa jadi pakai uang sendiri membutuhkan waktu yang sangat lama," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini