Erick Thohir Ingatkan Direksi dan Komisaris BUMN Saling Kerjasama

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Sabtu 26 Juni 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 26 320 2431241 erick-thohir-ingatkan-direksi-dan-komisaris-bumn-saling-kerjasama-butB2TRc3I.jpg Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Kementerian BUMN)

JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan para Direksi dan Komisaris BUMN untuk saling bekerjasama dalam membangun perusahaan. Dia menyoroti sinergitas antara dewan komisaris dan direksi perusahaan pelat merah.

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, keseimbangan dan kerja sama direksi dan komisaris BUMN penting dalam menjalankan transformasi bisnis model perusahaan.

Baca Juga: Erick Thohir: 60% BUMN Masih Bergantung pada Penugasan Negara

"Keseimbangan kerjasama antara direksi dan komisaris, dan antar direksi serta antar komisaris sangatlah penting. Kerjasama tim atau teamwork itu menjadi kunci. Kita jangan perpanjang birokrasi tapi kita harus melakukan transformasi secara bersama, hubungan direksi dan komisaris itu sangat penting," ujar Erick, Sabtu (26/6/2021).

Bahkan, dia kembali mengingatkan tugas dan fungsi manajemen perseroan. Dimana, direksi adalah kepemimpinan yang secara langsung menjalankan bisnis perusahaan keseharian.

Baca Juga: RUU BUMN, Tanri Abeng Siapkan Buku Privatisasi dan IPO Perusahaan Negara

Sementara komisaris berfungsi melakukan pengawasan dan memastikan keseimbangan (check and balance), apakah target-target Key Performance Indicator (KPI) direksi sesuai dengan target pemegang saham.

Perkara sinergitas manajemen perusahaan negara memang menjadi sorotan sejumlah pihak. Perhatian serupa juga datang dari lembaga legislatif atau DPR dan Mantan Menteri BUMN Tanri Abeng.

Dalam pembahasan naskah Rancangan Undang-Undang (RUU) BUMN, dihadapan panitia kerja (panja), Tanri membongkar terkait permasalahan utama ribut-ribut komisaris dan direksi.

Menurutnya, perkara keributan biasanya terkait soal pembahasan rencana program dan kinerja perusahaan. Dimana, komisaris tidak dilibatkan dalam pembahasan tersebut. Semestinya komisaris utama sekaligus sebagai dewan pengawas dilibatkan.

Dengan begitu, komisaris memahami rencana program kerja para direksi. Meski begitu, keterlibatan komisaris sangat minim sehingga menimbulkan kegaduhan di internal perusahaan.

"Jika proses perencanaan itu sama-sama, pengawasannya akan jauh lebih mudah. Karena dia (komisaris) tahu apa yang akan diawasi. Direksi harus melakukan eksekusi dan dewan komisaris melakukan pengawasan," ungkap mantan komisaris utama Pertamina itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini