Share

BEI Catat Tahun 2020 Momentum Kebangkitan Investor Ritel Indonesia

Aditya Pratama, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 278 2432611 bei-catat-tahun-2020-momentum-kebangkitan-investor-ritel-indonesia-EFqfFYMxF5.jpg Ilustrasi BEI (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan bahwa tahun 2020 merupakan kebangkitan investor ritel domestik, meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang terjadi sampai saat ini.

"Hal ini ditandai dengan total investor Pasar Modal Indonesia yang telah mencapai 3,88 juta atau meningkat 56 persen dari tahun 2019. Investor aktif harian juga telah mencapai angka 94,7 ribu atau meningkat 73 persen dibandingkan dengan tahun

sebelumnya," ujar Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono dalam keterangan tertulis, Selasa (29/6/2021).

Baca Juga: Pendapatan Naik, BEI Raup Laba Bersih Rp487 Miliar pada 2020

Aji menambahkan, perdagangan saham di tahun 2020 juga turut didominasi oleh investor domestik ritel yang jumlahnya mencapai hingga 48 persen dari total nilai perdagangan harian.

Selain itu, Rata-Rata Nilai Transaksi Harian (RNTH) pada bulan November 2020 pernah mencapai Rp13,2 triliun dan Rp18,4 triliun pada Desember 2020 yang membantu menutup tahun 2020 dengan RNTH mencapai Rp9,2 triliun.

Baca Juga: Hindari Pompom Saham, BEI ke Investor: Belajar Dulu Jangan Ikut-ikutan

"Pada tahun 2020, frekuensi perdagangan harian menyentuh rekor tertingginya, yaitu 1.697.537 kali transaksi tepatnya pada tanggal 22 Desember 2020. Hal ini memberikan optimisme untuk perkembangan kinerja Pasar Modal di tahun 2021," kata dia.

Kemudian, BEI telah melakukan transformasi digital untuk kegiatan edukasi calon investor dan investor sejak sebelum Pandemi Covid-19. Hal tersebut membuat BEI dapat lebih cepat menyesuaikan diri di tengah Pandemi Covid-19, sehingga kegiatan edukasi dapat terus berjalan tanpa kendala.

Hingga Desember 2020, di seluruh Indonesia telah berlangsung hampir 9 ribu kegiatan edukasi yang meliputi kegiatan literasi, inklusi, serta aktivasi dengan jumlah peserta sebanyak 1,32 juta orang, dan hampir 80.000 pembukaan rekening efek.

"Dari seluruh kegiatan tersebut, 81 persennya atau sebanyak 7.306 kegiatan dilakukan secara online dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 1,2 juta orang," tuturnya.

Dalam upaya mendukung kelangsungan operasional perdagangan dan terus menjaga agar perdagangan efek dapat tetap berlangsung dengan teratur, wajar, dan efisien, maka BEI telah menerbitkan sejumlah peraturan seperti pelarangan transaksi Short Selling, penambahan ketentuan terkait Trading Halt, perubahan ketentuan batasan Auto Rejection dan penyesuaian mekanisme pra-pembukaan (pre-opening), serta perubahan waktu perdagangan atas transaksi bursa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini