Produk Lokal Mendunia hingga ke AS, Ada Peti Mati Ramah Lingkungan

Antara, Jurnalis · Sabtu 10 Juli 2021 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 10 455 2438522 produk-lokal-mendunia-hingga-ke-as-ada-peti-mati-ramah-lingkungan-56tnPcbg77.png Produk Lokal Mendunia hingga ke AS, Ada Peti Mati Ramah Lingkungan (Foto: Istimewa)

Pada 2019, Desa Nusasari di Jembrana, Bali, menjadi desa devisa pertama yang diresmikan oleh LPEI, yang berfokus pada pengembangan ekspor komoditas kakao.

Pendampingan dilakukan LPEI bersama dengan Koperasi Kerta Semaya Samaniya untuk meningkatkan kemampuan para petani kakao dalam proses produksi hingga mampu menghasilkan produk fermentasi biji kakao yang memiliki kualitas standar internasional sehingga dapat diekspor ke beberapa negara Eropa seperti Prancis, Belanda dan Belgia, serta ke negara lainnya termasuk Jepang dan Amerika.

Mayoritas fermentasi biji kakao diekspor ke Prancis hingga mencapai 12,5 ton setiap tahun. Peran pemberdayaan masyarakat desa yang hampir mencapai lebih dari 600 orang dan mayoritas adalah perempuan, telah mampu mengelola kebun kakao secara organik, sehingga memberikan nilai tambah dan harga jual yang tinggi kepada komoditasnya.

Desa devisa lainnya adalah Desa Devisa Kerajinan di Bantul, DIY. LPEI bersama-sama dengan Koperasi Asosiasi Pengembangan Industri Kerajinan Rakyat Indonesia (Apikri) yang juga tergabung dalam World Fair Trade Organization (WFTO) melakukan pendampingan dan pelatihan kepada lebih dari 300 pengrajin.

Produk unggulan dari desa devisa tersebut adalah green coffin atau peti mati ramah lingkungan. Keunikan produk itu adalah meminimalkan penggunaan kayu dan logam. Produk tersebut telah berhasil diekspor ke Inggris dan Belanda. Bahkan di tengah pandemi COVID-19, Apikri masih mengekspor produk ini ke Amerika Serikat.

"Pendampingan dan pengembangan masyarakat dalam program desa devisa ini akan membawa produk lokal Indonesia mendunia serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi, sosial dan lingkungan bagi masyarakat setempat," kata Agus.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini