Kondisi Pusat Perbelanjaan Terpuruk, Dana Cadangan Pelaku Ritel Sudah Minus

Azhfar Muhammad, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 11:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 320 2443681 kondisi-pusat-perbelanjaan-terpuruk-dana-cadangan-pelaku-ritel-sudah-minus-UBOPSYOsl2.jpg Kondisi Pusat Perbelanjaan Terpuruk (Foto: Okezone)

JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) buka-bukaan soal kondisi ritel modern saat ini. Menurut data APPBI, para pelaku usaha ritel sudah tidak memiliki dana cadangan di tahun 2021.

Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menjelaskan, tidak adanya dana cadangan disebabkan defisit anggaran pelaku usaha di tahun ini karena habis tergerus di masa pandemi tahun 2020.

"Saat ini kondisi dari pusat perbelanjaan sangat berat memasuki dalam kondisi lebih berat, memasuki tahun 2021 yang kondisinya jauh lebih berat dibanding tahun lalu. Sebelumnya 2020, para pelaku sekaligus pelaku ritel masih memiliki dana cadangan sehingga bisa mampu bertahan," kata Alphonzus saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Jakarta, Rabu (21/7/2021).

Baca Juga: Pengusaha Mal Minta Diberi Subsidi Biaya Hidup Karyawan 

Sementara kondisi saat ini, dana darurat saat ini habis dan kondisi pusat perbelanjaan tergerus dengan adanya pembatasan adanya kebijakan PPKM.

"Memasuki tahun 2021, dana yang sudah defisit dan tidak memiliki dana cadangan lagi, sebelum ada lonjakan memang di semester 1 kita mengalami usaha yang lebih baik. Tapi operasinya masih 50 persen dalam kondisi yang defisit," katanya.

Meskipun demikian, pihaknya mendukung segala bentuk kebijakan dari pemerintah. Namun pihaknya meminta pemerintah membantu pusat perbelanjaan melalui kebijakan pengurangan atau peniadaan biaya-biaya yang dibebankan kepada pelaku bisnis sektor perbelanjaan.

(dni)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini