Pengusaha Mal Minta Diberi Subsidi Biaya Hidup Karyawan

Hafid Fuad, Jurnalis · Jum'at 02 Juli 2021 10:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 320 2434317 pengusaha-mal-minta-diberi-subsidi-biaya-hidup-karyawan-xpuaXZ1shg.jpg Mall. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD JAKARTA menjelaskan bagaimana tantangan menjalankan PPKM Darurat yang sudah ditetapkan pemerintah. Dampaknya jelas adalah kerugian yang besar yang harus ditanggung akibat berbagai pembatasan operasional.

Para anggotanya akan tetap menjalankan PPKM Darurat walaupun menghadapi kerugian bagi pusat belanja dengan operasional hanya dengan tenant berjumlah 10%-18%.

Baca Juga: PPKM Darurat, Naik Kereta Syaratnya Apa Saja ?

Dia mengatakan sebuah pusat belanja dirancang dengan AC sentral dan memakai Chiller yang berkapasitas besar. Sehingga memang sangat tidak efisien dari segi biaya operasional, karena umumnya letak tenant F&B misalnya tidak pada 1 lantai.

Baca Juga: 85 Mal di Jakarta Siap Ditutup saat PPKM Darurat

"Namun kami juga terpaksa harus beroperasional sebagian sesuai peraturan yang sudah diterbitkan tersebut untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang masih membutuhkan produk esensial dan kebutuhan sehari-hari, sehingga kebutuhan masyarakat masih dapat dipenuhi," ujar Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DPD DKI Ellen Hidayat di Jakarta (2/7/2021).

Lalu dia menyebutkan apa yang diharapkan oleh Para Pengelola Pusat Belanja dengan adanya PPKM Darurat ini serta pandemic COVID-19. Pihaknya mengharapkan ketegasan bahwa sesudah tanggal 20 Juli 2021, maka Pusat Belanja dapat beroperasional kembali.

"Kami sangat berharap kepada Pemerintah daerah diberikan penguranhan besaran PBB, meniadakan Pajak PB1 untuk Resto, Reklame dan Pajak Parkir," katanya.

Selanjutnya kepada Pemerintah Pusat pihaknya juga mengharapkan dapat meniadakan PPH final 10% sewa yang ditanggung pihak pusat belanja. Kemudian ada pengurangan tariff PLN dan GAS. "Serta mohon diberikan subsidi bantuan biaya hidup bagi karyawan yang bergerak di pusat belanja," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini