85 Mal di Jakarta Siap Ditutup saat PPKM Darurat

Oktiani Endarwati, Jurnalis · Jum'at 02 Juli 2021 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 320 2434306 85-mal-di-jakarta-siap-ditutup-saat-ppkm-darurat-huL19zaLsD.jpg Mal Ditutup Selama PPKM Darurat. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - 85 pusat belanja di Jakarta siap mengikuti penerapan PPKM Darurat. Di mana pusat belanja akan ditutup dari 3 Juli sampai 20 Juli 2021.

"Mengacu kepada peraturan yang tertera pada PPKM Darurat yang diterbitkan oleh pemerintah, maka pusat belanja di DKI Jakarta akan mengikuti keputusan tersebut," ujar Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta Ellen Hidayat kepada MNC Portal, Jumat (2/7/2021).

Dia melanjutkan, tenant pusat belanja tidak ditutup secara penuh karena masih ada tenant yang diizinkan untuk beroperasional dari tanggal 3 Juli – 20 Juli 2021 sampai dengan pukul 20.00 WIB.

Baca Juga: PPKM Darurat Tegas! Tak Ada Mal Buka Sampai 20 Juli 2021

Secara rinci, pembatasan kategori tenant serta kapasitas pengunjung maksimal 50% sebagai berikut.

1. Kategori supermarket, Pasar Swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari.

2. Kategori Pharmacy, apotek, toko obat.

3. Kegiatan pada sektor esensial antara lain ATM CENTER dan kantor layanan perbankan di dalam mal

Baca Juga: Tak Ada Mal Buka Sampai 20 Juli 2021 saat PPKM Darurat

4. Kategori F&B diijinkan beroperasional namun hanya dapat melayani pembelian yang dibawa pulang/take away dan juga dengan sistem pesan antar/delivery. Untuk system dine-in /layanan makan di tempat tidak diperbolehkan.

"Dengan demikian tenant kategori Non F&B di luar kategori tersebut tidak dapat beroperasional selama periode PPKM Darurat," jelas Ellen.

Ellen menuturkan, APPBI DKI Jakarta beserta 85 anggotanya sejak 10 April 2021 sampai dengan 7 Juni 2021 sudah menyelesaikan 100% vaksinasi bagi semua pelaku publik di pusat belanja untuk semua karyawan pusat belanja maupun karyawan tenantnya. Sebanyak 162.000 karyawan sudah menyelesaikan kewajiban vaksinasi tersebut.

"Sejak tahun lalu semua anggota pusat belanja dibawah APPBI DKI sudah melakukan berbagai protokol kesehatan yang sangat baik dan lengkap serta terus berlanjut sampai saat ini, bahkan sebagian besar pusat belanja juga menambah peralatan touchless dan juga memasang UVC system. Sehingga sampai saat ini dapat dikatakan Pusat belanja di DKI bukan merupakan cluster Covid-19," tuturnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini